Mengulas Sejarah Kongres Pemuda II di Jakarta
- 26 Okt 2025 11:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Gagalnya Kongres Pemuda I pada 1926 tidak memadamkan semangat perjuangan para pemuda Indonesia. Dua tahun kemudian, mereka bangkit kembali melalui Kongres Pemuda II yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda.
Kongres ini menjadi titik balik dalam perjalanan gerakan kebangsaan Indonesia. Dari pertemuan inilah lahir semangat baru untuk menyatukan berbagai organisasi pemuda di seluruh nusantara.
Pelaksanaan Kongres Pemuda II menandai babak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Melalui kongres tersebut, para pemuda menegaskan tekad untuk bersatu demi bangsa Indonesia.
Kongres Pemuda II dilaksanakan pada 27 hingga 28 Oktober 1928 di Jakarta. Acara ini dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI).
Kongres ini merupakan tindak lanjut dari kegagalan Kongres Pemuda I yang belum berhasil mewujudkan persatuan. Para pemuda bertekad memperbaiki hambatan masa lalu dan memperkuat semangat kebangsaan bersama.
Kesadaran politik yang berkembang pesat turut mendorong terselenggaranya kongres ini. Peristiwa nasional seperti pemberontakan PKI dan berdirinya partai-partai politik sejak 1927 ikut membentuk pemikiran para pemuda.
Atas inisiatif PPPI, para pemuda mengadakan pertemuan pada 2 Mei 1928 di Clubgebouw, Jalan Kramat Raya. Pertemuan ini menjadi awal dari penyusunan rencana pelaksanaan Kongres Pemuda II.
Pada 12 Agustus 1928, para pemuda menyepakati pembentukan panitia serta waktu dan tujuan kongres. Soegondo Djojopoespito ditunjuk sebagai ketua dengan RM Joko Marsaid sebagai wakil dan Muhammad Yamin sebagai sekretaris.
Amir Sjarifuddin menjabat sebagai bendahara, dibantu oleh beberapa anggota panitia seperti Johanes Leimena dan Rochjani Soe’oed. Pemerintah kolonial Belanda juga menurunkan komisaris polisi untuk mengawasi jalannya kongres.
Tujuan Kongres Pemuda II
Kongres ini memiliki sejumlah tujuan utama yang menjadi dasar perjuangan bersama. Tujuannya meliputi:
1. Melahirkan cita-cita bersama seluruh organisasi pemuda Indonesia.
2. Membahas arah perjuangan dan pergerakan pemuda Indonesia.
3. Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh semangat persatuan nasional.
Kongres Pemuda II dihadiri lebih dari 700 peserta dari berbagai organisasi dan agama. Organisasi peserta dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu kedaerahan, studi, serta nasionalis dan keagamaan.
Acara berlangsung selama dua hari dengan tiga rapat besar di lokasi berbeda di Jakarta. Setiap rapat memiliki tema khusus yang berkaitan dengan bahasa, pendidikan, dan perjuangan pemuda.
BACA JUGA: Sejarah Kongres Pemuda I, Awal Terbentuknya Sumpah Pemuda
Rapat Pertama
Rapat pertama digelar pada 27 Oktober 1928 di Gedung Pemuda Katolik. Para peserta membahas pentingnya Bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu bangsa.
Selain itu, muncul gagasan untuk membentuk wadah perjuangan nasional yang menaungi berbagai organisasi pemuda. Gagasan ini menjadi langkah awal terbentuknya semangat satu bangsa dan satu bahasa.
Rapat Kedua
Rapat kedua dilaksanakan pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost Java Bioscoop. Fokus pembahasan kali ini adalah peran penting pendidikan dalam memperkuat semangat kebangsaan.
Para pembicara seperti Ki Hadjar Dewantara, Sarwono, dan Sarmidi Mangoensarkoro menegaskan pentingnya pendidikan nasional untuk semua anak Indonesia. Pendidikan dianggap kunci utama kemerdekaan bangsa.
Rapat Ketiga
Masih di hari yang sama, rapat ketiga berlangsung di Gedung Indonesische Clubgebouw. Pembahasan meliputi kepanduan, pergerakan pemuda di luar negeri, serta perumusan keputusan akhir kongres.
Rapat ini juga menjadi momentum di mana para peserta menegaskan kembali tekad untuk bersatu demi Indonesia. Suasana penuh semangat mewarnai jalannya sidang hingga larut malam.
BACA JUGA: Menelusuri Latar Belakang Lahirnya Sumpah Pemuda
Hasil Kongres Pemuda II
Menjelang malam 28 Oktober 1928, Muhammad Yamin membacakan rumusan resolusi kongres. Hasilnya disetujui seluruh peserta dan dibacakan oleh ketua kongres sebagai bentuk ikrar bersama.
Isi keputusan yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut:
1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Kongres Pemuda II menjadi puncak perjuangan pemuda Indonesia dalam menegaskan identitas kebangsaannya. Dari kongres inilah lahir tekad bulat untuk bersatu demi kemerdekaan bangsa.
Sejak saat itu, setiap 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Semangat persatuan yang lahir dari kongres ini tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....