Gakkumhut Luncurkan Patroli Cegah Karhutla di Titik Perbatasan

  • 24 Okt 2025 09:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan Patroli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Terpadu Batas Negeri di tiga titik perbatasan. Patroli ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) di tiga titik perbatasan

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik mengatakan, peluncuran ini melibatkan sejumlah pihak. Diantaranya Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan TNI, Polri, Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pemerintah daerah.

Peluncuran serentak ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas wilayah. Hal ini untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengantisipasi potensi asap lintas batas.

Pelaksanaan di PLBN Aruk menjadi pusat kegiatan, ditandai dengan apel gabungan, pelepasan tim patroli menuju titik-titik rawan karhutla. Serta pengecekan Posko Patroli Terpadu di wilayah Kecamatan Sajingan Besar oleh Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Dalkarhut Kalimantan.

“Patroli ini adalah simbol keseriusan kita dalam menjaga batas negeri. Bukan hanya soal garis teritorial, tetapi juga batas ekosistem yang harus kita lindungi bersama dari kerusakan akibat karhutla,” kata Sahat, Jumat (24/10/2025).

Patroli terpadu ini difokuskan untuk melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan karhutla, membangun partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dini. Selain itu juga memberikan penyuluhan dan sosialisasi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor di wilayah perbatasan.

Dengan pola pelaksanaan serentak di tiga PLBN, diharapkan terbentuk garis perlindungan dari potensi karhutla di sekitar wilayah perbatasan negara. Patroli akan berlangsung selama sepuluh hari dengan melibatkan Manggala Agni, TNI-Polri, pemangku kawasan.

Program ini juga diharapkan menjadi role model pengendalian karhutla di wilayah perbatasan lainnya. Sekaligus langkah strategis dalam mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2014 tentang Pengesahan ASEAN Agreement.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan terjadi penurunan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2025. Menurutnya penurunan ini juga terjadi berkat kerja keras Kementerian/Lembaga dibawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam 10 tahun terakhir, dari tahun 2015 luas karhutla berhasil ditekan dari 2,6 juta hektare, di tahun 2025 menjadi hanya 213ribu hektare. Ini hasil kerja keras lintas lembaga, dukungan masyarakat, dan sistem deteksi dini yang semakin efektif,” ujar Raja Juli.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....