Kemkomdigi Perkenalkan Inovasi Hub.Id pada TechinAsia 2025

  • 22 Okt 2025 14:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia menjadi tuan rumah gelaran Tech in Asia Conference 2025, ajang pertemuan para pelaku industri teknologi, startup, dan investor global. Dalam acara ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menampilkan Aplikasi Hub.id, sebuah program yang mempertemukan startup lokal dengan investor kelas dunia

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Muetya Hafid mengatakan, ajang ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin diakui sebagai pusat inovasi digital di kawasan Asia. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koneksi antara startup Indonesia dengan para investor, inovator, dan perusahaan teknologi berskala global.

“Kita bangga sekali hari ini Indonesia menjadi rumah dari Tech in Asia Conference 2025, sekaligus hari ini juga kami menunjukkan Hub.id. Pada intinya, Hub.id mempertemukan startup lokal kita dengan investor-investor kelas dunia, para founder, inovator, dan banyak pihak lainnya,” kata Muetya Hafid kepada wartawan di Acara TECHINASIA Conference di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, kehadiran perwakilan dari berbagai negara di Asia dan pembicara kelas dunia menjadi motivasi bagi pelaku startup tanah air untuk terus berkembang. Karena itu, pemerintah mendorong karya anak bangsa agar dapat berkontribusi tidak hanya di pasar digital nasional, tetapi juga di kancah global.

“Seperti yang teman-teman lihat, hari ini hadir perwakilan dari banyak negara di Asia, perusahaan-perusahaan besar skala global juga hadir. Kita punya banyak pembicara kelas dunia yang mudah-mudahan bisa menyemangati para startup lokal Indonesia,” ucapnya.

Sementara, Chief Operating Officer (COO) Tech in Asia, Maria Li mengatakan, ekosistem startup di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar. Khususnya, dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan keberhasilan usaha.

“Saya mendengar beberapa orang mengatakan bahwa Indonesia sedang menghadapi musim teknologi. Yang bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Maria.

Selain itu, lanjut dia, perkembangan sektor teknologi di Indonesia tetap menunjukkan potensi yang luar biasa. Dalam acara tersebut, ia juga membahas fakta menarik mengenai tingkat kesuksesan dan kegagalan startup.

“Kami baru saja mendengar panel yang mengatakan bahwa rasio kesuksesan startup jauh lebih besar, mencapai sekitar Rp100 juta saat ini. Meskipun kegagalan itu ada seperti kurang dari Rp1 juta kegagalan, itu menunjukkan ada ruang besar untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pendukung bagi para startup,” ucap Maria.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....