BPS: Harga Daging dan Telur Ayam Terus Naik
- 13 Okt 2025 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga daging dan telur ayam ras terus meningkat di pekan kedua Oktober 2025. Kenaikan ini terjadi di banyak wilayah Indonesia dan berpengaruh pada inflasi pangan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan rata-rata harga daging ayam ras kini mencapai Rp38.743 per kilogram. Meski begitu, harga tersebut masih sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp40 ribu per kilogram.
"Daging ayam ras ini mengalami tren kenaikan harga secara rata-rata nasional di pekan ke-2 2025 bulan Oktober. Rata-rata harga daging ayam ras secara nasional adalah Rp38.743 per kilo," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Sementara itu, harga telur ayam ras juga terus melambung di pasar. Secara nasional, rata-rata harganya mencapai Rp31.277 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan September 2025, harga telur ayam ras naik 1,51 persen. Angka ini sudah berada di atas HAP sebesar Rp30 ribu per kilogram.
Amalia menyebut kenaikan harga telur terjadi di berbagai daerah. Hingga kini, ada 192 kabupaten dan kota yang mencatat kenaikan harga telur ayam ras.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menjelaskan alasan kenaikan harga daging ayam ras belakangan ini. Menurutnya, kenaikan ini dipengaruhi kebijakan harga bibit ayam atau DOC.
"Sehingga kita mencari tahu penyebabnya apa, nah rupanya di bulan Agustus, ada surat edaran Menteri Pertanian. Saya sudah koordinasi langsung kepada Pak Menteri Pertanian, Bapak Amran Sulaiman, yaitu untuk menaikkan sedikit harga daging ayam ras, dengan bibit ayam namanya DOC," katanya.
Tito mengatakan, stok jagung sebagai bahan pakan ayam sebenarnya masih aman dan cukup tersedia. Namun, harga daging ayam tetap naik, sementara harga telur ayam relatif stabil.
Setelah ditelusuri, kenaikan harga daging ayam dipicu surat edaran Menteri Pertanian pada Agustus lalu. Surat itu berisi kebijakan menaikkan harga DOC untuk melindungi peternak dari beban biaya produksi.
Kebijakan tersebut membuat harga ayam di pasaran ikut naik. Kenaikan ini turut menyumbang inflasi bulanan sebesar 0,21 persen.
Tito menegaskan, keseimbangan harga penting untuk menjaga produsen dan konsumen tetap aman. Pemerintah ingin peternak tidak rugi, namun masyarakat juga bisa membeli ayam dengan harga wajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....