Evaluasi SPMB, Kemendikdasmen Libatkan Banyak Pihak

  • 27 Sep 2025 15:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen memperkuat akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Salah satu langkah strategis adalah dengan mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025.

Melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT), Kemendikdasmen mengajak pemangku kepentingan untuk merumuskan perbaikan sistem secara partisipatif. Forum ini diharapkan menjadi ruang refleksi bersama agar pelaksanaan SPMB lebih inklusif dan adil.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengatakan, SPMB penting sebagai instrumen pemerataan akses pendidikan. “SPMB harus menjamin setiap anak Indonesia mendapatkan pendidikan, tanpa terkecuali,” kata Mu'ti dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/9/2025).

Menurutnya, prinsip inklusif dan berkeadilan menjadi dasar sistem penerimaan murid baru. “Tak boleh ada anak yang tertinggal karena kondisi atau latar belakangnya,” katanya, menegaskan.

Ia mengatakan, empat jalur SPMB yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi dirancang untuk menjangkau semua kalangan. “Kami memastikan proses ini terbuka, adil, dan tanpa intervensi,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Kemenko PMK, Ojat Darojat,l mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam mengawal SPMB secara kolaboratif. “DKT ini menjadi forum penting untuk menemukan solusi bersama,” kata Ojat.

Ia berharap, keterlibatan berbagai pihak dapat menyempurnakan kebijakan di masa mendatang. “SPMB adalah tanggung jawab bersama demi pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto mengatakan, pelaksanaan SPMB 2025 sudah berjalan transparan dan akuntabel. “Namun, masih ada ruang perbaikan yang perlu ditindaklanjuti,” katanya.

Menurutnya, banyak praktik baik di daerah yang dapat dijadikan contoh nasional. Pelibatan sekolah swasta dan transparansi daerah jadi catatan penting evaluasi.

BPMP juga aktif mendampingi pelaksanaan SPMB di seluruh daerah. “Kami identifikasi tantangan dan solusi dari tiap provinsi untuk peningkatan tahun depan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....