Mengenal Aliran Kepercayaan
- 26 Sep 2025 21:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sebagai negara nasional yang moderen, Indonesia menjamin kebebasan beragama bagi warganya. Kebebasan itu telah diatur dalam konsititusi, UUD 1945, khususnya pasal 29.
Kebebasan beragama tersebut adalah bagian dari hak asasi manusia. Dalam negara demokrasi, negara harus menjamin kebebasan beragama. Namun kebebasan beragama bagi bangsa Indonesia, bukan ide yang baru. Bangsa Indonesia telah lama mengenal kebebasan beragama ini jauh sebelum gagasan hak asasi manusia muncul di Barat.
Sebelum kedatangan agama-agama besar dari luar Nusantara, seperti Hindu, Buddha, Islam dan Kristen di Indonesia telah berkembang agama asli suku bangsa-bangsa di Nusantara. Adanya pemahaman soal kebebasan beragama dan sikap toleransi yang besar dari bangsa di Nusantara, maka agama baru yang datang di Indonesia disambut dengan baik.
Meskipun telah tumbuh subur berbagai agama di Indonesia, agama asli bangsa Nusantara tetap hidup di masyarakat. Agama asli Nusantara itu kemudian dikenal dengan sebutan Aliran Kepercayaan atau Aliran Kebatinan. Para penganut Aliran Kepercayaan itu disebut dengan Panghayat Kepercayaan.
Belakangan ini banyak media yang mengabarkan munculnya kembali berbagai Aliran Kepercayaan. Para penganut Aliran Kepercayaan ini tergabung dalam Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI).
Data di MLKI menyebutkan bahwa jumlah Aliran Kepercayaan semula adalah 360 namun kemudian menurun mejadi 160 Aliran Kepercayaan. Tidak adanya kaderisasi di kalangan Aliran Kepercayaan dan karena status hukum Aliran Kepercayaan masih menggantung, menjadi sebab turunya kwantitas.
"Dulu itu Aliran Kepercayaan dianggap sebelah mata oleh mayoritas masyarakat. Dan aliran ini dulunya belum boleh diakui, sehingga terjadilah penurunan jumlah," kata Presidium MLKI Pusat, Endang Retno Lastani dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat (26/9/2025).
Seiring berjalannya waktu, kesejahteraan para penganut aliran kepercayaan ini kemudian teratasi dengan diakui oleh negara. Aliran Kepercayaan Kepada Tuhan YME juga telah diatur pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 97/PUU-XIV/2016.
Sejak dikeluarkannya Putusan MK tersebut, Aliran Kepercayaan baru di Indonesia semakin bertambah. Belum lama ini, masyarakat Marapu (NTT), Laroma (Sulawesi Utara), dan Mapurundu (Sulawesi Barat) telah menunjukan eksistensinya. "Ada 15 aliran kepercayaan yang menunjukan eksistensinya, belum lama ini, " kata Endang.
Dalam proses pengakuannya, Aliran Kerpacayaan ini harus juga menjalani sistem inventarisasi. Kegiatan ini merupakan sebuah pencatatan dan pendataan yang memungkinkan kolom "Penghayat Kepercayaan" dalam KTP.
Lebih lanjut, meskipun prosesnya masih berlangsung, proses ini perlu dukungan pemerintah untuk penerapan secara optimal di daerah. Proses ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai daerah di Indonesia oleh kementerian terkait seperti Kementerian Kebudayaan.
Generasi Muda Penghayat Kepercayaan, Hairul Rosyid berpendapat, saat ini, banyak Penghayat Kepercayaan masih dikucilkan. "Walaupun telah banyak yang menunjukan eksistensinya. Kelompok Penghayat Kepercayaan banyak yang dikucilkan oleh kelompok-kelompok tertentu," ujarnya.
Ibadah
Hairul Rosyid mengatakan setiap penganut Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan YME memiliki caranya tersendiri dalam beribadah, contohnya penganut Penghayat Kejiwaan Ibu Pertiwi yang berasal dari Kota Karawang, Jawa Barat.
Ia menjelaskan, para Penghayat Kejiwaan Ibu Pertiwi menjalankan ibadah dan ritual keagamaan seminggu sekali dan sebulan sekali. "Sebulan sekali kita mengikuti ritual. Dalam seminggu sekali juga kita akan berkumpul bersama di dalam sebuah sanggar," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat (26/9/2025).
Dalam menjalankan ibadah, ia mengatakan bahwa posisi harus menghadap kearah utara dengan posisi tangan (Anjali Mudra). Gerakan tersebut adalah menyatukan kedua telapak tangan dan ujung jari.
Lebih lanjut, dalam melakukan ibadah dirinya juga mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala nikmat yang diberikan. "Menghadap kearah utara, lalu kami mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....