Ikal Lemhanas Gelar Jalan Sehat, Galang Persatuan Bangsa

  • 12 Mar 2023 14:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Memperingati hari jadinya yang ke 45, Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL LEMHANAS), menggelar Jalan Sehat Nusantara, Minggu (12/3). Acara yang berpusat di Plaza Timur Senayan ini diikuti ribuan peserta, baik para alumni Lemhanas maupun masyarakat umum.

Peserta jalan sehat ini dilepas ketua umum Ikal Lemhanas Jendral TNI (Purn) Agum Gumelar. Hadir pula Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto, KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan sejumlah pejabat alumni Lemhanas.

"Kita rayakan dengan sederhana, dan mengajak alumni Lemhanas dan seluruh elemen masyarakat. Kita ajak untuk bersama-sama berjuang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," kata penanggung jawab acara, Prof.Dr Sylviana Murni.

Jalan Sehat Nusantara (JSN) ini, kata dia, tidak lepas dari Wawasan Nusantara yang merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia. Terutama tentang diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Itulah kenapa kita memilih JSN daripada merayakan di gedung mewah. Alih-alih kita berolahraga menyehatkan tubuh, sembari menjalin silaturahmi untuk memperkokoh persatuan," ujar Sylviana.

Dikesempatan yang sama, Agum Gumelar menegaskan bahwa alumni lemhanas harus bisa berperan menjadi katalisator persatuan dan kesatuan bangsa. "Karena tema abadi Ikal adalah sebagai katalisator keutuhan bangsa. Jadi kita harus bisa menciptakan keutuhan dan kebersamaan, salah satunya ya dengan kegiatan ini," kata Agum Gumelar.

Menurut Agum, menjelang pemilu 2024 situasi negara kita pasti ada riak-riak dalam kehidupan berpolitik di masyarakat. Termasuk meningkatnya suhu politik serta polarisasi.

Dan polarisasi saat pemilu itu, tambah Agum, adalah suatu hal yang wajar. Yang paling penting adalah setelah pemilu usai dan pemimpin bangsa sudah ditetapkan, kita harus bersatu lagi.

IKAL LEMHANAS berharap masyarakat lebih dewasa dalam berdemokrasi. Ini yang menjadi tujuan Ikal sebagai katalisator keutuhan bangsa.

"Artinya, ketika sudah keluar keputusan resmi pemenang pilpres, itu harus diterima. Tidak ada lagi perbedaan diantara kita, hormati apapun yang jadi keputusan demokrasi," ucap Agum.

"Ini yang ingin kita ciptakan dimasyarakat kita. Karena kita tidak ingin, pemilu 2024 nanti tidak lebih parah dari 2019 yang sempat membuat ikatan persatuan kita terkoyak," tegas Agum mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....