PVMBG Tekankan Pentingnya Sinergi Pengawasan Ratusan Gunung Aktif

  • 01 Sep 2025 10:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menekankan, pentingnya sinergi dalam pengawasan 102 gunung api aktif di Indonesia. Terlebih, ratusan gunung api itu masih memiliki potensi erupsi.

Pernyataan tegas itu, diungkapkan oleh Kepala PVMBG Hadi Wijaya. "Saat ini kami memang hanya memantau di 69 gunung api," kata Hadi saat berbincangan bersama Pro3 RRI, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, masalah ini juga sempat disampaikan dalam pertemuan dengan BNPB di Mataram, Lombok, NTB. Hal ini, menjadi pekerjaan bersama dan diperlukan sinergitas antarpihak terkait.

"Itu harus dilakukan BNPB, BPBD, BMKG. Dan juga, lintas kementerian/lembaga yang lain," ucapnya.

Apalagi, menurutnya, jumlah gunung api aktif di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Yaitu, sebanyak 127 gunung api aktif.

Dalam memantau ratusan gunung api di Indonesia, Hadi mengakui, pihaknya mengalami kendala. Salah satunya, terkait kendala masalah anggaran.

"Sehingga, alat pemantauan gunung api belum terpasang, kemarin kami sampaikan bahwa ada megathrust di Selat Sunda dan Mentawai. Itu ada gunung api tipe A dan C dan belum ada peralatannya," ucapnya.

Terkait hal ini, Hadi menilai, peran masyarakat sangat penting. Diungkapkannya, semua pihak bisa berkaca saat Gunung Sinabung erupsi.

"Laporan dari masyarakat dan Pemda setempat tentang indikasi erupsi. Akhirnya kami melakukan penyelidikan dan kami pasang peralatan bersama pos gunung apinya," katanya.

Ia memastikan, pemasangan peralatan itu juga dilakukan terhadap gunung api yang lain. Selain itu, ia mengapresiasi peran masyarakat pesisir dalam pemantauan gunung api ini.

"Karena kita ini juga memiliki enam gunung api yang ada di bawah laut. Salah satu gunung api di bawah laut adalah Gunung Sangir di Sulawesi Utara," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....