Goenawan Mohamad Pensiun Tulis Catatan Pinggir

  • 05 Mar 2023 21:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Wartawan senior Goenawan Mohamad (82) menyatakan akan pensiun menulis kolom “Catatan Pinggir” di majalah Tempo. “Mas Goen”, panggilannya, mengatakan hal itu pada diskusi buku Catatan Pinggir di Perpustakaan Nasional Jakarta, Minggu (5/3/2023).

“Catatan Pinggir” (Caping) adalah tulisan kolom majalah Tempo yang bersifat kontemplatif tentang sebuah isu yang berkembang. Goenawan telah menulisnya sejak 1977 dan diterbitkan dalam bentuk buku berseri sejak 1982.

Buku Caping jilid ke-15 yang baru diluncurkan disebutnya sebagai edisi terakhir. Isinya berupa kumpulan Caping dari Januari 2021 hingga Januari 2023.

“Usia saya sudah 82 tahun," katanya saat ditanya mengapa berhenti menulis. Goenawan lalu bercerita bahwa ibunya wafat pada usia 83 tahun dan saudaranya pada usia 82 tahun.

"Saya tidak ingin mati ketika saya menulis Caping,” ujar pria yang juga sering dipanggil GM itu. Untuk itulah, dia akhirnya memutuskan untuk berhenti menuangkan pikirannya dalam Caping.

Konsistensi GM dalam menulis selama 45 tahun tanpa jeda untuk kolom mingguan mendapat banyak apresiasi. “Saya selalu mendera diri saya agar disiplin dalam menulis,” katanya.

GM bercerita pada masa Orde Baru buku yang boleh berkembang adalah buku tentang bisnis dan ramalah. "Saat itulah Caping memberikan alternatif pemikiran baru," ujarnya.

Menurut GM, Caping bisa terbit di zaman Orde Baru karena rezim itu tidak memiliki kebiasaan membaca. "Sehingga, ketika kritik yang disampaikan melalui tulisan bisa lolos, itu adalah kebebasan yang tidak disengaja,” katanya.

Caping juga ditujukan secara internal di Tempo untuk melawan bahasa klise yang banyak diproduksi Orde Baru. "Perkataan klise itu mematikan kreativitas," ujarnya.

GM memperingatkan bahwa saat ini kreativitas juga sedang dalam bahaya dengan munculnya artificial intelligence (AI). Ini merupakan teknologi yang canggih tetapi tidak bisa menggantikan akal manusia yang kreatif.

"Kreativitas manusia bisa dibangun manakala manusia bertanya," kata mantan Redaktur Harian KAMI itu. Menurut dia, Caping memberi ruang yang lebar untuk bertanya tentang berbagai hal, sementara AI hanya bisa menjawab.

Lahir di Batang 29 Juli 1941, GM juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Dia mendirikan majalah Tempo pada 1971 dan Caping adalah karya terbesarnya sebagai wartawan dan sastrawan (wir).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....