Budisatrio Djiwandono Siap Pimpin Karang Taruna Nasional
- 24 Agt 2025 07:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Legislator muda Budisatrio Djiwandono menyatakan kesiapannya untuk memimpin organisasi Karang Taruna. Ia menilai Karang Taruna memiliki visi dan misi yang sangat mulia, sehingga tanggung jawabnya begitu besar.
Budi mengaku terkejut saat diminta kesediaan untuk memimpin Karang Taruna. Sebab, selain sadar akan kekurangannya, ia menyebut masih banyak tokoh lain yang pantas memimpin organisasi wadah pembinaan generasi muda di tingkat kelurahan/desa tersebut.
"Kemampuan saya juga terbatas. Saya ini manusia yang tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan yang banyak," ujarnya pada acara Temu Karya Nasional IX Karang Taruna digelar pada 23-24 Agustus, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Sabtu (23/8/2025) malam.
Acara tersebut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Didik Mukrianto, pengurus serta anggota, hingga kandidat kuat penerus Didik, Budisatrio Djiwandono.
Budisatrio membantah bahwa pada awalnya dirinya tak bersedia untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna. Namun, ia sadar diri.
"Bukan awalnya saya tidak bersedia. Tapi, saya sebagai manusia, ya masih bisa dikatakan masih muda, dan menyadari masih banyak memiliki kekurangan," ujarnya.
Ia pun membeberkan kariernya di politik sejak menjadi anggota DPRD DKI Jakarta hingga akhirnya menjadi anggota DPR RI. Prosesnya di politik, kata Budi, begitu panjang dan berliku. Menurut dia, jabatan yang ia raih di politik saat ini, hasil dari perjuangan.
Meski merupakan keponakan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, menurut Budi, hal itu tidak membuatnya serta-merta atau dengan mudah mendapatkan jabatan maupun posisi.
"Kenapa saya menceritakan ini, bapak-ibu semua. Saya jarang meminta sebuah jabatan. Namun, setiap kali diberi tugas, tugas itu saya laksanakan, karena saya yakin perjuangan politik inilah kita bisa mengubah nasib jutaan manusia," ujarnya menuturkan.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa jika diberi amanah memimpin Karang Taruna, dirinya takkan mengkotak-kotakkan diri atau siapa pun. Ia takkan memilih pengurus dari hanya partai tertentu saja, kepengurusannya akan inklusi atau terbuka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam sambutannya, juga menyinggung kehadiran Budi. "Beberapa hari ini setiap menjelang maghrib selalu hujan. Tapi, khusus hari ini, cuacanya cerah menyambut kehadiran Pak Budisatrio Djiwandono," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Menurut Gus Ipul - sapaan akrabnya, jika Tuhan berkehendak, Budi esok akan terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna menggantikan Didik. Ia lantas mengucapkan terima kasih atas kesediaan Budi menyandang jabatan baru itu, selain berbagai posisi dan tanggung jawab lainnya yang harus dipikul.
"Saya ingin berterima kasih kepada Pak Budi karena bersedia menjadi ketua umum. Ini suatu anugerah buat Karang Taruna, anugerah buat kita semua," ucap Gus Ipul.
Menurut dia, pucuk pimpinan Karang Taruna harus dijabat orang yang tepatnya. Sosoknya harus 'menguasai' berbagai lini. "Memang seperti kata Pak Didik, kita perlu pemimpin yang kuat luar-dalam, kuat atas-bawah. Orang kalau kuat luar-dalam itu, ditembak juga nggak mempan," kata Gus Ipul berseloroh.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) periode 2020-2025, Didik Mukrianto mengatakan, pengurus nasional Karang Taruna memang meminta Budi untuk memimpin organisasi tersebut. Sebab, mereka yakin Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu merupakan orang yang paling tepat menduduki posisi orang nomor satu di Karang Taruna.
"Kemarin teman-teman membuat rapat pimpinan nasional, ingin memohon dan sekaligus ingin mengharap. Serta, mendukung sepenuhnya Mas Budi Satrio Djiwandono untuk menjadi new leader di Karang Taruna untuk lima tahun ke depan," kata Didik.
"Kami yakin dan percaya semuanya, Mas Budi akan mampu membangun Karang Taruna, berkontribusi untuk sosial lebih besar lagi. Dan, itulah cita-cita kita semuanya," ujarnya lagi.
Menurut Didik, Budi telah setuju untuk menahkodai Karang Taruna ke depan, dengan catatan, organisasi harus tetap solid. Didik pun mengungkapkan bahwa Budi merupakan calon tunggal dalam Temu Karya Nasional IX Karang Taruna.
"Mas Budi dengan dukungan kita semuanya, telah menyanggupi untuk memimpin Karang Taruna ke depan. Asalkan kita tetap utuh, tetap bersama, tetap bersatu untuk mengurai persoalan ini," ucap politikus Partai Demokrat ini.
Pemilihan Kepengurusan Pusat Karang Taruna sendiri akan digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025 ini. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung dari pagi hingga siang hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....