Legislator NasDem Soroti Tantangan Keuangan KAI Imbas KCIC

  • 21 Agt 2025 00:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, memberikan perhatian serius terhadap kondisi keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hal ini diungkap Legislator NasDem itu dalam rapat kerja bersama jajaran Direksi PT KAI yang baru.

Dalam kesempatan tersebut, Asep menekankan pentingnya transparansi kondisi keuangan dan strategi restrukturisasi perusahaan yang akan dilakukan. Agar performa pelayanan KAI bisa tetap berjalan optimal.

“Secara performa pelayanan, transformasi KAI memang bisa dianggap berhasil. Masyarakat kini bisa menikmati layanan kereta yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya," kata Kang Asep, panggilan akrabnya, di Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Namun, lanjutnya, dari sisi kinerja bisnis, masih ada tantangan finansial yang harus diatasi. Agar perusahaan bisa lebih efisien dan berkelanjutan.

Legislator asal Dapil Jabar V (Kabupaten Bogor) ini kemudian menyoroti munculnya beban tambahan terkait proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Di mana, kata dia, hal ini berpotensi menimbulkan tekanan finansial bagi KAI.

Ia mengatakan, Direksi KAI perlu memaparkan secara jelas proposal restrukturisasi dan langkah penanggulangan beban keuangan akibat hutang yang ditimbulkan oleh KCIC. “Jangan sampai gara-gara beban hutang yang harus ditanggulangi dampaknya malah mengorbankan kualitas layanan dan kenyamanan publik”, ujarnya.

“Karena itu, selayaknya kita harus mengetahui juga seberapa fundamental tantangan finansial yang dihadapi oleh KAI. Agar roadmap perusahaan ke depan bisa berjalan baik dan kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan pun bisa tetap terjaga,” ucapnya.

Lebih lanjut, alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini menekankan pentingnya efisiensi operasional di tubuh KAI. Termasuk pada kinerja anak perusahaannya.

Ia mengingatkan, agar setiap langkah restrukturisasi dijalankan secara transparan dan terencana. Agar citra KAI sebagai moda transportasi strategis tetap terjaga.

“Kinerja KAI sudah cukup bagus, namun upaya restrukturisasi finansial dan efisiensi operasional harus dilakukan dengan cermat. Agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal dan kinerja perusahaan pun bisa berjalan dengan sehat,” ucap Kang AW, panggilan akrabnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....