Jelang HUT Ke-80 RRI, Mengenang Delapan Tokoh Perintis

  • 20 Agt 2025 09:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menjelang HUT Ke-80, 11 September 2025, Radio Republik Indonesia (RRI) kembali meneguhkan perannya sebagai saksi sejarah bangsa. Delapan tokoh dikenang sebagai pendiri yang melahirkan suara perjuangan melalui siaran RRI pertama kali.

Berdiri sejak 11 September 1945, RRI masih setia mengudara dan menyapa ke hati pendengarnya hingga saat ini. Tahun ini, RRI akan memasuki usia ke-80, menandai delapan dekade perjalanan panjang sebagai suara bangsa.

Di balik itu, tentu banyak cerita mengiringi perjalanan panjang RRI. Berikut sederet tokoh berjasa melahirkan RRI, yang perannya begitu penting dalam sejarah penyiaran bangsa:

1. Jusuf Ronodipoero

Jusuf Ronodipoero membajak siaran radio Jepang Hoso Kyoku untuk menyebarkan berita proklamasi, menyatukan rakyat Indonesia merdeka. Lahir di Salatiga, 30 September 1919, ia wafat pada 27 Januari 2008. Namanya dikenang sebagai pelopor penyiaran perjuangan.

2. Mangkunegoro VII

Mangkunegoro VII mendirikan Solosche Radio Vereeniging, cikal bakal penyiaran nasional yang kelak melahirkan Hari Penyiaran Indonesia. SRV berdiri 1 April 1933, menjadi tonggak sejarah, dan setiap 1 April kini diperingati sebagai Hari Penyiaran Nasional.

3. Sutarjo Kartohadikusumo

Sutarjo memperjuangkan penyiaran pribumi, dan menjembatani konflik radio rakyat dengan NIROM hingga terbentuk Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran. Ia ditunjuk sebagai ketua PPRK, memperkuat perjuangan bangsa lewat dunia penyiaran yang berdaulat, pada 29 Maret 1937.

4. Abdulrachman Saleh

Abdulrachman Saleh aktif di dunia radio, memimpin VORO dan kemudian menjadi pemimpin pertama Radio Republik Indonesia. Ia juga dikenal sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia, sosok ilmuwan sekaligus pejuang yang memperkuat fondasi penyiaran bangsa.

5. Maladi

Maladi penyiar olahraga SRV sekaligus penggerak pertemuan pendiri RRI yang menggagas perlunya organisasi radio nasional. Maladi juga merintis TVRI bersama Presiden Soekarno, mengukir jejak besar dalam sejarah penyiaran Indonesia modern.

6. Gusti Nurul

Gusti Nurul berperan penting mendukung SRV, sering mewakili ayahnya Mangkunegoro VII dalam aktivitas penyiaran dan peresmian pemancar. Tarian Gusti Nurul di Belanda pada 1936 disiarkan langsung SRV, membuktikan seni Indonesia bisa mendunia melalui radio.

7. Sarsito Mangunkusumo

Sarsito Mangunkusumo ikut mendirikan SRV dan bersama Sutarjo menginisiasi pertemuan tokoh radio hingga lahir PPRK. Perannya dalam mengelola organisasi menjadikannya tempat bertukar ide, memperkuat pergerakan penyiaran Indonesia sebelum RRI terbentuk.

8. Bung Tomo

Pidato Bung Tomo di RRI membakar semangat arek-arek Surabaya, mengguncang pasukan Inggris dan menguatkan perjuangan kemerdekaan. Pekikan heroiknya dikenang sebagai bagian penting Hari Pahlawan, menjadikan RRI saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....