Unik, Lomba Melamun Meriahkan HUT Kemerdekaan di Kotagede

  • 18 Agt 2025 21:47 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia ada perlombaan yang sangat unik bahkan mungkin baru pertama kali digelar dalam momen kemerdekaan. Bukan mengandalkan fisik ataupun otak untuk berfikir, tetapi lebih kepada merilis semua kepenatan dengan melamun.

Ide unik dalam perlombaan "Melamun" yang digelar di Benteng Cepuri, Kotagede, Kota Yogyakarta, Senin (18/8/2025) inipun sontak mengundang antusias masyarakat untuk turut serta.

Salah satu peserta lomba melamun Alfina Tri (25), asal Jakarta mengaku tertarik mengikuti lomba Melamun ini. Bukan tanpa alasan, Alfina mengungkapkan, lomba ini cukup menarik dan cocok diikuti orang dewasa.

"Saya pas banget di umur 25, seperti quater life crisis, lalu cari lomba yang cocok untuk orang dewasa dan ada lomba melamun ini," kata Alfina.

Alfina mengungkapkan, di usia yang semakin dewasa, makin banyak pikiran dan makin banyak kegiatan sehingga kadang susah untuk merilis beban itu, bahkan waktu untuk melamun pun kadang tidak ada. "Akhirnya ada lomba ini, jadi ikutan deh," ucapnya.

Dalam lamunannya Alfina mengaku, memikirkan pekerjaan, orangtua, pacar, hingga UMR Yogyakarta. "Ngelamunin kapan saya keluar dari Yogyakarta. Sudah enak kerja di Jakarta tetapi saya malah ke Yogyakarta lagi," ujar Alfina.

Hal senada diungkapkan Intan yang berusia 31 tahun. Menurutnya, lomba melamun ini sangat unik dan membantu, terutama untuk merilis stres.

"Aku terima kasih sama penyelenggaranya karena dikasih wadah untuk overthinking jadi pasien grasia nya agak berkurang, karena dikasih wadah. Lucu saja, kmarin sore persiapan ngelamunin masalah hidup," ujar Intan.

Perwakilan Tamasya Karsa Primas Trijati mengungkapkan, Lokanusa Kotagede bersama Tamasya Karsa & Life at Kotagede ingin membuat event eksperimental yang menguatkan identitas Lokanusa sebagai tempat ngeteh yang nyaman, bikin rileks, dan pas untuk bengong.

Sekaligus lanjut Jati, acara ini menjadi sarana mengenalkan salah satu cagar budaya ikonik di Kotagede, yaitu Bokong Semar atau Benteng Cepuri. Jati menyebutkan, lomba Melamun ini terinspirasi dari Jepang, dan pada momen kemerdekaan ini bisa terlaksana.

"Dari iseng ingin menghadirkan format baru dalam perayaan 17 Agustusan yang tidak melulu bersifat kompetitif, melainkan dengan cara santai, lucu-lucu, dan mengundang senyum," kata Jati.

Meski kerap dipandang negatif, Jati menilai, melamun adalah aktivitas yang hampir semua orang melakukan, baik sadar maupun tidak. Sedangkan di era yang serba cepat dan penuh tekanan, melamun justru bisa menjadi ruang jeda untuk memproses pikiran, menenangkan hati, dan mengisi ulang energi.

"Tema ini diangkat untuk memberi pesan bahwa bertahan dengan tenang di tengah “era ugal-ugalan” juga merupakan bentuk kekuatan," ucap Jati.

Jati menjelaskan, para peserta akan mengikuti dua babak, yakni penyisihan dan final. Pada babak penyisihan, peserta diuji untuk bertahan melamun sesuai aturan tanpa distraksi.

Sedangkan pada final akan mempertemukan para “Pelamun Handal” untuk menentukan siapa yang paling ekspresif dan paling tahan lama.

Nantinya akan ada perlombaan yang lucu dan menggemaskan bagi peserta yang gagal melewati babak penyisihan.

Terdapat tiga kategori penilaian:

  • Si Paling Ekspresionis (Peserta dengan ekspresi melamun paling unik dan menghibur)
  • Si Paling Bertahan Lama (Peserta paling tahan dari gangguan dan distraksi), dan
  • Si Paling Macak (Peserta paling fashionable serta unik saat melamun).

Total ada sekitar 100 peserta, Jati juga mengaku, akan sangat menarik ketika lomba melamun ini juga dapat dihadirkan di beberapa tempat lain. "Agar pengalaman ini bisa dinikmati di tempat dan suasana berbeda," ujar Jati, mengakhiri. (Yan/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....