Inilah Sejarah Terbentuknya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
- 16 Agt 2025 10:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah bersama masyarakat di seluruh Indonesia, pada Minggu (17/8/2025) besok, merayakan HUT Ke-80 RI. Dalam memperingati Hari Kemerdekaan, pemerintah dan masyarakat Indonesia pastinya melaksanakan upacara kemerdekaan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah, kehadiran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam acara upacara sakral tersebut. Mari mengulas awal mula sejarah terbentuknya Paskibra di Tanah Air.
Kehadiran Paskibra bukan hanya menjadi simbol kedisiplinan dan semangat muda, tetapi juga bagian penting sejarah panjang bangsa. Berikut sejarah singkat terbentuknya Paskibraka, melansir dari laman resmi paskibraka.bpip.go.id:
Paskibraka pertama kali dibentuk pada tahun 1946 oleh Mayor Husein Mutahar. Ia merupakan tokoh yang dipercaya menjaga dan mengibarkan bendera pusaka peninggalan proklamasi.
Saat memperingati HUT ke-1 RI di Ibu Kota Yogyakarta, Presiden Soekarno memerintahkan Husein Mutahar menyiapkan pengibaran bendera pusaka. Ketika itu, upacara bendera dilaksanakan di halaman Istana Gedung Agung, Yogyakarta.
Pada saat itulah tercetus ide Mutahar agar pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh pemuda dari seluruh penjuru negeri. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Mutahar menghadirkan lima pemuda dari berbagai daerah yang saat itu berada di Yogyakarta.
Kelima pemuda tersebut melambangkan Pancasila. Sejak saat itu hingga tahun 1949, pengibaran bendera pusaka di Yogyakarta dilaksanakan dengan cara yang sama.
Setelah Ibu Kota kembali ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi bertanggungjawab terhadap pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera setiap tanggal 17 Agustus di Istana Merdeka, dipegang oleh Rumah Tangga Kepresidenan hingga tahun 1966.
Dalam periode tersebut, pasukan pengibar bendera terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta. Barulah pada tahun 1967, Presiden Soekarno kembali memanggil Mutahar untuk menangani pengibaran bendera pusaka.
Mutahar kemudian mengembangkan formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, sebagai berikut:
- Pasukan 17 / pengiring (pemandu).
- Pasukan 8 / pembawa bendera (inti).
- Pasukan 45 / pengawal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....