Pernikahan Dini Jadi Akar Masalah Perempuan dan Anak
- 13 Agt 2025 18:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menilai pernikahan dini menjadi pemicu berbagai persoalan perempuan dan anak. Ia menyebut, akar masalah ini sering berkaitan erat dengan faktor ekonomi.
“Pernikahan terlalu muda membuat pasangan tidak siap secara mental dan tanggung jawab. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas pengasuhan anak nantinya,” ujarnya dalam sesi dialog ‘Bentara Nusantara’ kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan RRI PRO3, Rabu (13/8/2025).
Veronica mencontohkan tingginya angka pernikahan dini di Jawa Barat. “Saya temui disana ibu hamil anak ke-13 di usia masih sangat muda,” ujar Veronica.
Ia menjelaskan, pendidikan yang hanya dijalani hingga Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendorong anak cepat menikah. Menurutnya, beberapa orang tua menganggap sekolah lanjutan tidak penting jika anak bisa mencari uang.
“Banyak juga yang beranggapan anak perempuan dinikahkan karena dianggap lebih baik daripada menganggur,” katanya. Fenomena ini melahirkan keluarga tanpa bekal karakter dan stabilitas ekonomi.
Menurutnya, keluarga yang terbentuk dari pernikahan dini rentan pada berbagai masalah sosial. “Konsep keluarga seperti ini sekarang menjadi masalah besar dan rentan terjadi kekerasan,” ucap Veronica.
Ia juga menyoroti perbedaan generasi yang memperlebar jarak pemahaman orang tua dan anak. Perkembangan teknologi membuat anak lebih terpapar informasi digital dibanding nasihat langsung keluarga.
Veronica berharap kesadaran masyarakat meningkat untuk mencegah pernikahan dini demi perlindungan perempuan dan anak. Ia juga menegaskan pencegahan pernikahan dini harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....