Asal-usul dan Tujuan Hari Masyarakat Adat Internasional
- 09 Agt 2025 11:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Setiap tahunnya, seluruh dunia akan merayakan Hari Masyarakat Adat Internasional (HIMAS) yang jatuh setiap tanggal 9 Agustus. Penetapan Hari Masyarakat Adat Internasional bermula dari rapat PBB melalui Resolusi 49/214 (1994).
Selain itu, penetapan ini juga berirama dengan pertemuan pertama Kelompok Kerja PBB untuk Masyarakat Adat (1982). Tahun ini, HIMAS mengusung tema Indigenous Peoples and Al: Defending Rights, Shaping Futures.
Pesan untuk memastikan Al memberdayakan, masyarakat adat harus diakui sebagai pemegang hak dan pengambil keputusan. Utamanya dengan menjunjung inklusi bermakna, kedaulatan data, dan inovasi berbasis budaya.
Masyarakat adat berperan penting secara global, terutama dalam pelestarian budaya, lingkungan, dan pengetahuan tradisional. Mereka menjaga bahasa, adat, seni, dan ritual, sekaligus mendukung dan mewariskan budaya kepada generasi mendatang.
Sekitar 476 juta masyarakat adat tersebar di 90 negara di seluruh dunia. Meski jumlahnya kurang dari 6 persen populasi global, namun mencakup 15 persen dari kelompok termiskin di dunia.
Masyarakat adat ini menuturkan sebagian besar dari sekitar 7.000 bahasa yang ada. Sekaligus menjadi penjaga lebih dari 5.000 kebudayaan yang beragam.
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti hutan, laut, dan ribuan pulau yang sebagian besar dijaga masyarakat adat. Mereka telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka, dan terus berjuang memperoleh hak-haknya, termasuk akses terhadap pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....