Mengenal Sebelas Ruh Leluhur dalam Ritual Tari Hudoq
- 12 Jul 2025 03:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Tari Hudoq merupakan sebuah tarian tradisional yang berasal dari Kalimantan Timur, yang dilakukan oleh suku Dayak Bahau. Tarian ini menggunakan topeng yang menggambarkan berbagai jenis binatang, leluhur, atau dewa.
Para penari sebelumnya akan mengawalinya dengan semacam ritual. Ritual ini bertujuan untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan, melalui perantara leluhur.
Maestro Tari Hudoq, Frans Jiu Luay mengatakan, pada setiap pelaksanaan ritual terdapat sebelas roh leluhur yang hadir. "Dalam ritual tari hudoq, terdapat sebelas roh leluhur yang hadir, " katanya saat Temu dan Bincang Maestro, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2025).
Lantas, roh leluhur apa saja yang hadir di dalam setiap ritual tari hudoq? Berikut adalah daftarnya.
1. Roh Leluhur Thamra
Thamra merupakan roh tertinggi dari pelaksanaan ritual tari hudoq. Thamra menguasai pegunungan yang ada di wilayah Kalimantan Timur.
Roh tersebut diperintahkan untuk memasuki penari pertama. Ia juga ditugaskan untuk mengawasi situasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.
2. Roh Leluhur Guntur
Roh Guntur mempunyai peran penjaga menuju alam baka. Ketika manusia telah berada di alam lain, merekalah yang mengantarkan ruh manusia menuju Tuhan.
Sebelum menuju ke persimpangan alam baka, mereka akan membawa ruh manusia ke Telaik Manjung. Telaik Manjung merupakan tempat kepercayaan masyarakat Dayak Bahau yakni pancuran kesucian sebelum akhirnya menuju Pampung Gelung.
3. Roh Leluhur Gelai
Gelai merupakan roh penguasa alam, dan lingkungan dalam masyarakat Dayak Bahau. Ia ditugaskan menjadi perantara untuk memberikan petunjuk yang baik kepada manusia.
Roh ini hadir dalam indera 'perasa' manusia, atau biasa disebut sebagai indera ke enam. Tidak semua masyarakat Kalimantan Timur memiliki 'kelebihan' tersebut, namun sebagian besar masyarakat Dayak Bahau memiliki indera ke enam.
4. Roh Leluhur Legi (Harimau)
Berbeda dari roh leluhur lainnya, Legi merupakan roh yang mewakili adat tari hudoq. Pada dasarnya, roh Legi tidak ditugaskan untuk memasuki para penari, melainkan menjadi pengawas yang berada di luar tarian.
"Secara tidak langsung, Legi hadir dalam jiwa penari melalui gerakannya tanpa memasuki tubuh penari. Ia menjaga tubuh penari dari malapetaka, " ucap Maestro Frans.
5. Roh Leluhur Kalam
Kalam merupakan roh leluhur kepercayaan masyarakat Dayak Bahau yang ditugaskan untuk menjemput sukma manusia. Dalam konteksnya, roh tersebut akan menjemput ruh manusia untuk kembali kepada Tuhan.
6. Roh Leluhur Babi
Menurut kepercayaan masyarakat Dayak Bahau, roh ini untuk menjaga hutan di Kalimantan Timur. Selain menjaga hutan, roh ini dipercaya juga untuk melindungi alam dan lingkungan.
7. Roh Leluhur Air
Selain ke-enam roh leluhur Dayak Bahau, terdapat juga roh air. Bagi kepercayaan masyarakat Dayak Bahau, roh tersebut berwujud belut yang memiliki ciri khas di kepalanya berupa mahkota.
Masyarakat Dayak Bahau menyebutnya sebagai belut sakti yang menghuni sungai di Kampung Laham Telah. Selain itu, roh ini kerap menjadi kebanggan masyarakat Dayak Bahau, karena turut membantu manusia yang mengalami musibah di sungai.
8. Roh Leluhur Manusia
Roh ini memiliki peran yang sama dengan Thamra yang merupakan pemimpin tertinggi daripada roh leluhur lainnya. Ia memiliki peran untuk membuat kebijakan, dan kearifan yang baik dalam kehidupan manusia.
9. Roh Leluhur Topeng Gila
Bagi kepercayaan masyarakat Dayak Bahau, roh ini memiliki tugas untuk menyampaikan pesan yang baik dalam hidup manusia. Salah satunya, dengan menyindir perilaku buruk manusia selama di dunia.
Pesan yang disampaikan melalui sindiran kuat atas perilaku manusia terhadap kerusakan di bumi. Dan juga moralitas manusia yang ada di dalam wilayah Kalimantan Timur.
10. Roh Leluhur Kera
Bagi kepercayaan masyarakat Dayak Bahau, roh ini berwujud kera setengah gaib. Banyak masyarakat Dayak Bahau yang sulit mengetahui kehadiran roh leluhur tersebut.
Namun mereka percaya, roh tersebut mampu mengeluarkan suara-suara khas, atau tanda-tanda yang ditinggalkannya di hutan. Roh ini bertugas untuk membantu manusia yang tersesat di dalam hutan.
11. Roh Leluhur Ine Aya'
Tari Hudoq dipercaya sebagai cara untuk berkomunikasi dengan roh leluhur dan dewa. Khususnya Ine Aya', dewa pemelihara padi yang diutus oleh penguasa khayangan, Apo Lagaan.
Demikianlah sebelas roh leluhur dalam ritual tari hudoq. Saat prosesi hudoq, akan dibacakan mantra dalam bahasa Dayak oleh pawang, gunanya agar roh leluhur merasuki tubuh penari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....