Tari Mandau Pulang Pisau Catatkan Rekor Dunia MURI

  • 03 Jul 2025 09:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Kahayan Hilir: Tari Mandau kolosal yang dilaksanakan dalam memeriahkan rangkaian hari jadi ke-32 Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mencatatkan diri dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Tarian yang melibatkan lebih dari 1.000 penari ini memecahkan rekor dunia, di Stadion HM Sanusi, Rabu (2/7/2025).

Senior Manager MURI yang diutus ke Kabupaten Pulang Pisau, Triyono, menyampaikan permohonan maaf setelah melakukan verifikasi di lapangan. Sebab, Tari Mandau ini tidak bisa dicatat sebagai rekor Indonesia, karena MURI mencatat tarian ini sebagai rekor dunia.

"MURI mencatatkan Tarian Mandau ini sebagai rekor dunia," ucapnya.

Triyono mengungkapkan, komunikasi dan koordinasi berkaitan dengan pemecahan rekor ini sudah intens dilakukan sejak bulan Mei lalu. Banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dan semua itu tidak mudah.

Menurut dia, pencatatan Tarian Mandau menjadi rekor dunia cukup beralasan, karena tarian kolosal ini bukan semata pertunjukan seni. Namun, merupakan warisan budaya yang sarat makna, nilai dan menjadi identitas serta jati diri masyarakat di kabupaten setempat.

"Dengan menjaga budaya, maka kita juga menjaga jiwa dan jati diri bangsa Indonesia. Inilah alasan MURI mencatatkan tarian ini sebagai rekor dunia," ujarnya menjelaskan.

MURI juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dan Dewan Adat Dayak (DAD) dan seluruh masyarakat yang telah bersinergi menghasilkan maha karya yang luar biasa. Sekaligus, menjadi saksi sejarah bahwa budaya Tari Mandau kolosal ini adalah milik Indonesia yang kita persembahkan untuk dunia.

Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa`i, merasa bersyukur bahwa komitmen dirinya bersama DAD untuk melestarikan dan mengangkat potensi-potensi budaya yang ada didalam masyarakat, mendapat apresiasi yang luar biasa dari berbagai pihak.

"Budaya yang kita miliki adalah indentitas dan menjadi komitmen kami untuk menciptakan Pulang Pisau Berbudaya. Yakni, dengan mengangkat dan melestarikan keanekaragaman budaya yang dimiliki," ucapnya.

Ahmad Rifa`i juga mengungkapkan pencatatan Tari Mandau kolosal ke Museum Rekor Dunia Indonesia ini juga sebagai upaya pelestarian dan menjaga budaya lokal agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman. Sekaligus, memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya para generasi muda sebagai generasi penerus, untuk menjaga warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Pulang Pisau.

"Bukan hanya Tari Mandau, masih banyak keanekaragaman budaya yang kita miliki untuk terus kita jaga dan diwariskan ke anak cucu," ucapnya.

Pencatatan Tari Mandau ke dalam rekor MURI ini disaksikan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang juga menjabat Ketua Dewan Adat Dayak, bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo beserta istri. Keduanya datang ikut memeriahkan hari jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-23 yang jatuh pada tanggal 2 Juli, serta untuk memberikan dukungan semangat kepada seluruh penari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....