Kemarau Basah Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2025

  • 08 Jul 2025 09:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau basah akan berlangsung hingga Oktober 2025. Fenomena ini dipicu oleh kondisi atmosfer dan laut yang masih menunjukkan pola basah di banyak wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, musim kemarau basah merupakan anomali karena hujan tetap terjadi di periode kemarau. Kondisi ini berbeda dari kemarau normal yang biasanya lebih kering dan minim hujan.

"Melemahnya Monsun Australia yang berasosiasi dengan musim kemarau turut menyebabkan suhu muka laut di selatan Indonesia tetap hangat. Hal ini menyebabkan peningkatan penguapan dan pembentukan awan hujan," katanya dalam Konferensi Pers bertajuk ‘Perkembangan Cuaca dan Iklim’ secara daring, Senin (7/7/2025).

Ia menambahkan, tanggal 10-12 Juli 2025, potensi hujan diperkirakan akan bergeser ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Pergeseran ini berkaitan dengan perubahan gangguan atmosfer dan distribusi kelembapan di kawasan tropis.

"Intensitas hujan pada 5 Juli terjadi di wilayah Bogor, Mataram, dan sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Pada 6 Juli 2025 terjadi di Jakarta, kemudian 10–12 Juli di prediksi bergeser ke wilayah tengah dan timur," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang bisa terjadi meski di musim kemarau.

Masyarakat bersama para pemangku kepentingan diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Dipastikan, BMKG secara rutin akan menyampaikan peringatan cuaca ekstrem lewat InfoBMKG, situs bmkg.go.id, media sosial, dan call center 196. (Yusuf Bagus)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....