Mengenal Zahran Fadhlan, Peserta COC 2025 yang Viral
- 23 Jun 2025 09:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Belum lama ini media sosial TikTok tengah hebohkan dengan postingan peserta Clash Of Champions (COC) Ruangguru Season 2. Unggahan tersebut menampilkan seorang peserta bernama Zahran Nizar Fadhlan yang memiliki IPK 3,94.
Banyak warganet yang menyorotinya karena nilai akademis dan fisiknya yang tidak sepadan. Tentunya inilah yang membuat Zahran dibicarakan oleh warganet di mana-mana.
Lantas siapakah Zahran Nizar Fadhlan, seorang peserta COC yang memiliki IPK 3,94 itu? Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah profil lengkapnya.
Zahran merupakan putra dari pasangan Usmeldi dan Risda Amini yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Padang (UNP). Ia senantiasa mendapatkan dukungan dan doa yang mengalir dari kedua orang tuanya.
Sementara itu, kemampuan Zahran didukung ekosistem di sekolah, yang mendukung siswa untuk berprestasi. Selain itu dukungan dari guru dan teman-temannya membuktikan bahwa Zahran bisa ke tahap ini.
Seiring berjalannya waktu, Zahran tumbuh me jadi mahasiswa yang berprestasi dengan nilai IPK IPK 3,94 dari 4.00. Ia dikenal dilingkungan kampusnya sebagai mahasiswa yang cerdas.
Ia diketahui beberapa kali bertanding di ajang olimpiade internasional. Dulu, ia juga sempat menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Selain itu, ia juga meraih Medali Perunggu International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOOA) 2023. Adapun Medali Perak dari International Physics Olympiade (IPho) 2024.
Dua olimpiade itu paling prestisius dan diakui banyak negara. Serta termasuk ajang yang diakui oleh Pusresnas.
Proses Menjadi Mahasiwa Berprestasi
Keikutsertaan Zahran mengikuti olimpiade internasional berawal dari pandemi Covid-19. Saat itu, ia lebih banyak mendekam diri di rumah dan melakukan pembelajaran jarak jauh di sekolahnya.
Di sela-sela belajarnya, ia suka menonton video YouTube tentang ilmu Astronomi dan Fisika. Namun siapa sangka, berkat keuletannya, ia berhasil menjadi juara OSN SMA/MA bidang Fisika tahun 2023.
Menurutnya fisika lebih mengandalkan kemampuan berpikir secara logika dibandingkan kemampuan menghafal. Meskipun demikian, ia tidak membiarkan kelemahannya menjadi penghalang dalam meraih prestasi.
Di tahun yang sama, ia mengikuti Pembinaan dan Seleksi untuk ajang IOAA dan berhasil jadi wakil Indonesia. Pada tahun 2024, ia mengikuti seleksi ajang IPhO dan kembali berhasil jadi wakil Indonesia.
Atas kerja kerasnya itu ia menggandeng prestasi gemilang dua tahun berturut-turut. Yakni Medali Perunggu IOAA 2023 di Chorzów, Polandia dan Medali Perak IPhO 2024 di Isfahan, Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....