Legislator Khawatirkan Isu Tambang Nikel Perbesar Kerugian Ekonomi

  • 09 Jun 2025 13:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang nikel di Raja Ampat dinilai dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar. Pernyataan tersebut diungkapkan anggota Komisi XI DPR, Ratna Juwita Sari, Senin (9/6/2025).

Politikus PKB itu berharap pemerintah dan perusahaan tambang dapat bekerja sama menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. "Jangan hanya menggunakan dalih hilirisasi untuk mengabaikan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan," ujarnya.

Ratna menegaskan kerusakan alam yang terjadi dapat mengurangi potensi ekonomi dalam jangka panjang seperti sektor pariwisata kelautan. "Kerusakan ekosistem itu mengancam keberlangsungan seluruh makhluk hidup di dalamnya," ucapnya.

Sebagai langkah konkret, Ratna berencana mengunjungi lokasi tambang dan bertemu pihak perusahaan penambang. Semua itu guna memastikan bahwa operasional mereka tidak merusak lingkungan dan berdampak negatif pada masyarakat sekitar.

"Saya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan perusahaan tambang mematuhi regulasi lingkungan dan tidak merugikan masyarakat," ujarnya. Kalau ternyata terbukti melanggar, lanjut Ratna, DPR tentu akan meminta pihak berwenang segera menutup operasi kegiatan pertambangan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....