Wamenkomdigi: Inovasi LLM Bahasa Daerah Dorong Kedaulatan AI-Nasional
- 03 Jun 2025 17:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Inovasi Large Languange Model (LLM) yang mengangkat berbagai bahasa daerah di Indonesia dapat menjadi penopang pertumbuhan ekosistem digital menuju kedaulatan kecerdasan buatan (AI). Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria.
Dia menyoroti LLM lokal Sahabat AI yang kemarin diluncurkan. LLM tersebut dirancang khusus untuk Bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan model berkapasitas 70 miliar parameter yang dilengkapi dengan layanan chat multibahasa.
"Ini penting sekali, apalagi Sahabat AI ini salah satu bentuk LLM yang mencoba mengembangkan foundation model-nya untuk mengolah data-data dalam bahasa lokal. Seperti bahasa Sunda dan Jawa dan terus berkembang (bahasa daerah lain)," kata Nezar dalam keterangannya, Selasa (3/6/2025).
Di kawasan ASEAN, Nezar mencontohkan penerapan empathetic LLM MERaLiON di Singapura. Teknologi itu mengolah bahasa di Asia Tenggara termasuk bahasa Indonesia, Thailand, Vietnam, hingga bahasa Tamil, Inggris dan Singlish.
"Kalau kita lihat tren di dunia sekarang juga membangun LLM dengan mencoba mengolah bahasa lokal. Jadi di Singapura, kemarin kami menghadiri Asia Tech Summit, MERaLiON (diperkenalkan) yang membuat menjadi lebih powerful untuk diterapkan," ujarnya.
Nezar Patria juga mengingatkan adanya potensi risiko dalam penerapan Sahabat AI, termasuk potensi persaingan ketat dengan teknologi tingkat global. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya langkah pengembangan selanjutnya setelah inovasi, seperti penyebaran teknologi dan penyerapannya di berbagai sektor.
Guna mendukung pengembangan ekosistem AI nasional, pemerintah terus menyiapkan talenta digital nasional, khususnya yang berfokus pada teknologi AI. Menurut Nezar Patria, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital hingga 2030, sementara saat ini masih tersedia 25 persen dari target kebutuhan tersebut.
"Jadi dengan kehadiran Sahabat AI ini memperkuat ekosistem pengembangan talenta digital kita yang sedang dibangun baik oleh Kemkomdigi. Ekosistem industri pengembang AI dan juga adopsi teknologi baru seperti cloud computing, IoT sampai dengan blockchain," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....