Penentuan Kelulusan UTBK-SNBT Bukan 'Passing Grade', Ini Alasannya
- 28 Mei 2025 12:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Panitia SNPMB membeberkan, alasan penentuan kelulusan seleksi UTBK SNBT 2025 tidak mengacu pada nilai tertinggi secara keseluruhan. Tahun ini, peserta UTBK SNBT dinyatakan lolos berdasarkan 30 persen peserta dengan nilai tertinggi di masing-masing program studi.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok menjelaskan, sistem ini sejalan dengan penghapusan sistem 'passing grade'. Yakni, dalam menyatakan lulus atau memenuhi syarat kelulusan peserta UTBK SNBT 2025.
"Penghapusan 'passing grade' bertujuan untuk mengurangi beban calon mahasiswa. Dengan tidak ada batas ambang bawah nilai, peserta bisa fokus meraih nilai setinggi-tingginya di program studinya," kata Eduart dalam keterangannya pada konferensi pers Pengumuman SNBT 2025 dilansir YouTube SNPMB ID, dikutip Rabu (28/5/2025).
Eduart mengatakan, panitia SNPMB tida mau ada lagi penyanderaan karena sistem 'passing grade'. "Jadi tidak ada lagi penyanderaan terhadap peserta ya," ucap Eduart.
Selain itu, Eduart menyampaikan tingkat keketatan penerimaan calon mahasiswa di tahun ini mencapai 29,43 persen. Atau, hanya sebanyak 253.421 peserta yang dinyatakan lulus dari total pendaftar sebanyak 860.976 peserta.
"Masih ada sekitar 600 ribuan peserta yang belum lulus di kampus mana pun. Nanti bisa mengikuti seleksi selanjutnya yaitu seleksi mandiri," ujar Eduart.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....