KemenPPPA Cegah Masyarakat Terjerat Pinjol

  • 04 Feb 2023 08:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong sosialisasi koperasi lebih luas. Hal itu agar masyarakat dapat mencegah jeratan dari aplikasi pinjaman online (pinjol).

"Ini yang perlu kita sosialisasikan lebih banyak. Saya rasa praktik-praktik baik dari koperasi itu perlu kita promosikan kepada masyarakat," kata Plt. Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi KemenPPP Eko Novi Ariyanti dalam acara Media Talk, Jumat (3/2/2023).

Menurut Eko, koperasi merupakan sebuah usaha simpan pinjam yang sudah berusia sangat tua. Koperasi juga sangat berperan dalam memberikan keringanan bagi pihak yang meminjam dana.

"Koperasi enggak pakai bunga, bunganya juga amat kecil. Dan tidak terlalu memberatkan kepada komunitas," kata dia.

Pihaknya mengingatkan salah satu penyebab banyaknya masyarakat terjerat pinjol adalah ketidaktahuan mereka terhadap cara mengakses sumber daya ekonomi. Padahal, mereka dapat memperoleh sumber daya ekonomi jika mau berusaha menghasilkan sebuah produk jual.

"Bagaimana masyarakat juga bisa mengakses atau mendapatkan edukasi tentang pinjaman. Atau akses terhadap sumber daya ekonomi tidak hanya melalui pinjol, tetapi juga bisa melalui anggaran desa, bisa juga melalui koperasi," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah desa memberikan akses bagi masyarakat desa yang membutuhkan dana. "Kalau mereka yang tinggal di desa misalnya, butuh dana segar untuk usaha, bisa mengakses dari BUMDes," katanya.

"Jadi artinya di level mereka terkait akses sumber daya yang paling bawah di sekitar mereka. Desa atau kemudian koperasi itu sangat-sangat bisa dipakai oleh mereka," kata Eko yang juga menjabat sebagai Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya KemenPPPA ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....