Pilihan Busana Tradisional untuk Hardiknas dan Tips Memilihnya
- 02 Mei 2025 15:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air. Dalam rangka itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian adat dalam upaya memperkuat jati diri budaya.
Ketentuan mengenai busana adat dalam upacara Hardiknas 2025 tercantum dalam Surat Edaran Nomor 7441/MDM.A/TU.02.03/2025 tentang Pedoman Peringatan Hardiknas 2025. Melalui surat ini, seluruh peserta dan tamu undangan diminta mengenakan pakaian tradisional dari daerah masing-masing.
Imbauan ini berlaku bagi seluruh elemen, termasuk pegawai, guru, siswa, dan mahasiswa. Sementara untuk petugas upacara, penyesuaian busana mengikuti kebijakan dari instansi masing-masing.
Berikut rincian jenis pakaian yang dikenakan:
1. Undangan: Pakaian adat daerah/tradisional
2. Barisan:
- Pegawai: Pakaian adat daerah/tradisional
- Pendidik: Pakaian adat daerah/tradisional
- Siswa/Murid: Pakaian adat daerah/tradisional
- Mahasiswa: Pakaian adat daerah/tradisional
3. Petugas Upacara: Sesuai ketentuan
Ide Pakaian Adat Populer untuk Hardiknas 2025
Indonesia yang kaya dengan warisan budaya, salah satunya baju adat daerah, dapat dikenakan saat Hardiknas. Beberapa di antaranya sudah populer dipakai di berbagai acara.
Berikut pakaian adat yang dapat dijadikan inspirasi pada saat upacara Hardiknas:
1. Kebaya Jawa
Kebaya Jawa merupakan busana tradisional perempuan yang mencerminkan keanggunan serta kesopanan. Umumnya, kebaya dikenakan bersama bawahan kain batik, menghasilkan tampilan yang rapi dan elegan.
Dalam momen seperti peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kebaya sering menjadi pilihan karena desainnya yang sederhana namun tetap sarat makna budaya. Kini, kebaya juga hadir dalam beragam model modern yang lebih nyaman dan praktis untuk digunakan. Bentuk potongan yang sederhana pada busana ini memberikan kesan keleluasaan bergerak tanpa mengurangi keanggunan.
2. Baju Kurung Melayu
Baju Kurung merupakan busana tradisional adat Melayu yang bentuknya longgar dan tertutup. Baju ini cocok dikenakan di acara bersuana resmi dan formal.
Pada upacara Hardiknas, baju kurung kerap kali dipilih karena desainnyayang sopan dan mudah dipadukan dengan warna lain. Baju ini nyaman dan cocok dipakai di berbagai cuaca.
3. Baju Bodo Bugis
Sebagai salah satu busana adat tertua di Indonesia, Baju Bodo mencerminkan tradisi perempuan Bugis dan telah lama menjadi simbol kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Desainnya sederhana dengan potongan lengan pendek dan warna-warna cerah.
Baju Bodo, sebagai keperluan resmi seperti Hardiknas biasanya dapat dimodifikasi dengan tambahan dalaman supaya lebih tertutup dan sopan. Dengan begitu, Warna-warna khas dari pakaian ini tetap dipertahankan sebagai wujud semangat dalam melestarikan nilai-nilai budaya.
4. Ulos
Ulos merupakan kain tenun dari suku Batak di Sumatera Utara. Ulos biasa digunakan sebagai pelengkap pakaian adat Batak yakni berbentuk selendang atau sarung.
Ulos memiliki corak atau motif berbagai makna dan juga bisa dijahit menjadi pakaian, ikat pinggang, hingga dasi. Kain ini memberi kesan formal dalam momen peringatan Hardiknas.
5. Beskap
Beskap merupakan pakaian adat pria dari Jawa yang memiliki potongan rapi dengan ciri khas kerah tinggi. Umumnya, beskap dikenakan bersama kain batik sebagai bawahan dan dilengkapi blangkon sebagai penutup kepala.
Dalam acara resmi seperti peringatan Hari Pendidikan Nasional, beskap mencerminkan nuansa kehormatan dan kewibawaan. Banyak lembaga dan sekolah memilih pakaian ini sebagai bentuk penampilan formal yang tetap mengusung unsur tradisional.
Daftar Pakaian Adat Setiap Provinsi
1. Aceh: Ulee Balang
2. Sumatra Utara: Ulos
3. Sumatra Barat: Bundo Kanduang
4. Riau: Teluk Belanga dan Kebaya Laboh
5. Kepulauan Riau: Teluk Belanga dan Kebaya Laboh
6. Bengkulu: Rejang Lebong
7. Jambi: Baju Kurung Tanggung
8. Lampung: Tulang Bawang
9. Sumatra Selatan: Aesan Gede
10. Bangka Belitung: Paksian
11. Banten: Baju Pangsi
12. DKI Jakarta: Kebaya Encim dan Sadariah
13. Jawa Barat: Pakaian Adat Bedahan dan Kebaya Sunda
14. Jawa Tengah: Kebaya Jawa
15. DI Yogyakarta: Kebaya Ksatrian
16. Jawa Timur: Pesa'an
17. Kalimantan Barat: King Baba dan King Tompang
18. Kalimantan Timur: Pakaian Adat Kustin
19. Kalimantan Selatan: Babaju Kun Galung Pacinan
20. Kalimantan Tengah: Sangkarut
21. Kalimantan Utara: Ta'a dan Sapei Sapaq
22. Gorontalo: Biliu dan Makuta
23. Sulawesi Barat: Pattuqduq Towaine
24. Sulawesi Tengah: Baju Nggembe
25. Sulawesi Utara: Laku Tepu
26. Sulawesi Tenggara: Kinawo, Babu Nggawi
27. Sulawesi Selatan: Baju Bodo, Baju Pokko
28. Bali: Pakaian Adat Payas Agung
29. Nusa Tenggara Timur: Pakaian Suku Sabu
30. Nusa Tenggara Barat: Pakaian Adat Lambung
31. Maluku: Baju Cele
32. Maluku Utara: Manteren Lamo
33. Papua: Koteka atau Holim
34. Papua Barat: Pakaian Adat Ewer
35. Papua Pegunungan: Koteka atau Holim
36. Papua Selatan: Pummi
37. Papua Tengah: Koteka atau Holim
38. Papua Barat Daya: Boe, Kuli Bia, Topi Kasuari, dan Kalung Manik-Manik
Tema Hardiknas 2025
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 dimeriahkan dengan peluncuran tema yang menjadi identitas utama peringatan. Tema ini digunakan sebagai pedoman dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait Hardiknas.
Tema resmi Hardiknas 2025 adalah:
"Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua."
Logo Hardiknas 2025 dan Maknanya
Selain tema, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga memperkenalkan logo khusus untuk menyemarakkan peringatan Hardiknas 2025. Logo Hardiknas 2025 menampilkan tiga figur manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang tampak menjulang dinamis ke atas, mencerminkan energi, semangat, dan gerakan maju.
Ketiga sosok ini merepresentasikan keberagaman, kolaborasi, serta semangat gotong royong dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Secara keseluruhan, logo ini mengandung makna bahwa pendidikan adalah sebuah perjalanan bersama yang bersifat inklusif dan penuh semangat, dengan tujuan mulia untuk meraih cita-cita setinggi bintang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....