Dipimpin Aditya, PERISAI Syarikat Islam Jadi Ormas Modern

  • 24 Mar 2025 08:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Memasuki Bulan suci Ramadan hari ke 23, kepengurusan Pimpinan Pusat -PP PERISAI Syarikat Islam resmi dilantik. Organisasi ini dipimpin oleh Aditya Yusma Perdana sebagai ketua PP PERISAI Syarikat Islam yang baru untuk periode 2025-2030.

Dalam acara pengukuhan yang dipandu oleh Presiden. LT Syarikat Islam Dr Hamdan Zoelva, Aditya mengucap sumpah dengan Ikrar Suci PERISAI Syarikat Islam bersama kepengurusan lainnya sebagai anggota sekaligus pengurus PP PERISAI yang baru. Aditya menyatakan kesediannya melanjutkan perjuangan pendiri bangsa dalam mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

“Menegakkan Negara Kasatuan Republik Indonesia berlandaskan Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, membela Hak rakyat Indonesia diatas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Aditya. Selain itu, Aditya berikrar untuk menjaga Cita-cita luhur PERISAI Syarikat Islam, menjaga martabat, kehormatan, dan nama baik organisasi.

“Saya tunduk kepada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PERISAI Syarikat Islam dan menjaga rasa Kekeluargaan. Selain kebersamaan, kekompakkan serta norma yang berlaku demi mencapai tujuan organisasi,” lantangnya.

Aditya menegaskan, jika dirinya melanggar Ikrar Suci PERISAI Syarikat Islam, maka siap diberikan sanksi. “Sesungguhnya apabila Saya melanggar Ikrar Suci PERISAI Syarikat Islam, maka Saya bersedia dikenakan sanksi organisasi dan penerapan disiplin organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam Sambutannya, Aditya menjelaskan PERISAI didirikan pada tahun 1930 oleh Sarekat Islam (SI) sebagai organisasi kepemudaan. Tujuan utama Perisai adalah untuk menggalang kekuatan pemuda dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

PERISAI juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemuda dalam perjuangan kemerdekaan. Menurut Aditya, dibawah kepemimpinan PERISAI lahir kembali pada tahun 2025 ini dengan Nama PERISAI Suarikat Islam.

“PERISAI Syarikat Islam adalah tameng dan benteng, ormas yang fokus pada pertahanan dan keamanan. Pangan, ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat dan bersinergi dengan TNI-Polri .” jelas Aditya.

Aditya berharap PERISAI Syarikat Islam menjadi wadah masyarakat. “Jika rakyat bersatu indoensia akan maju pihaknya akan berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi yang saat ini menggalang pembentukan koperasi merah di desa. Dan kami ikut memulai perjuangan ini dari desa,” tambahnya.

Dalam pidatonya Aditya juga mengungkap simbol baru yang melekat pada lambang PERISAI, selain memuat Bintang dan bulan juga ditengahnya terdapat 3 tugu, “Tugu tengah, semurni-murni tauhid dengan mengemas batik kawung yang diciptakan Sultan Agung dari kerajaan mataram bermakna kemurnian, dan kesempurnaan,” jelasnya.

Tugu Kanan diartikan setinggi-tinggi dengan mengemas motif batik parang barong memiliki makna kebijaksanaan, pengendalian diri, dan kehati-hatian. “Sedangan tugu kiri bermakna siasah dengan motif sidomulyo makna batik sidomulyo adalah harapan agar penggunanya mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, dan kemakmuran,” jelasnya.

Sedangkan, makna tulisan PERISAI Syarikat Islam memiliki arti Ikrar Suci mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala ancaman baik dari dalam dan luar Negeri. Perisai didirikan pada tahun 1923 oleh Sarekat Islam (SI) sebagai organisasi kepemudaan.

Tujuan utama PERISAI adalah untuk menggalang kekuatan pemuda dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. PERISAI juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemuda dalam perjuangan kemerdekaan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....