Fiersa Besari Selamat dari Pendakian Carstensz, Simak Kronologinya

  • 03 Mar 2025 07:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sebuah insiden menimpa rombongan pendaki musisi sekaligus penulis, Fiersa Besari dalam pendakian di Gunung Carstensz Pyramid, Papua. Perjalanan yang seharusnya menjadi pengalaman luar biasa harus berubah menjadi sebuah perjuangan berat ketika adanya perubahan cuaca ekstrem.

Kondisi inilah yang mengakibatkan dua pendaki kehilangan nyawa dan beberapa lainnya mengalami hipotermia. Fiersa telah dievakuasi oleh tim penyelamat dari lokasi pendakian dari Puncak Carstensz ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (2/3/2025).

Lantas seperti apa kronologi peristiwa yang mengubah perjalanan mendaki Firesa Besari dan kerabatnya. Mengutip dari Instagram @indonesiaexpedutions, berikut kronologi lengkapnya.

1. Rabu, 26 Februari 2025

Pada pukul 07.16 WIT, rombongan pertama berangkat ke Base Camp Yellow Valley Carstensz Pyramid dengan helikopter. Rombongan itu terdiri dari Lilie Winayanti (WNI), Elsa Laksono (WNI), Satroni (WNI) , dan Lody Hidayanto (WNI).

Selanjutnya, pada pukul 07.30 WIT, rombongan kedua berangkat menggunakan helikopter. Mereka terdiri dari Fiersa Besari (WNI), Furki Rahmi Syahroni (WNI), dan Indira Alaika (WNI).

Sesaat sampainya di lokasi, para pendaki diberikan waktu untuk bersantai. Hingga kemudian rombongan melakukan aklimatisasi selama dua hari.

2. Kamis, 27 Februari 2025

Rombongan pendakian Gunung Carstensz kemudian melaksanakan aklimatisasi dan latihan teknis di Teras 1. Latihan ini dilakukan agar mengetahui apa saja yang diperbolehkan dan larangan selama pendakian Gunung Carstensz.

3. Jum'at, 28 Februari 2035

Pada pukul 04.00 WIT: Dua puluh rombongan berangkat untuk summit ke Puncak Carstensz. Terdiri dari lima guide, 7 WNI, 6 WNA, dan 2 pendaki Taman Nasional Lorentz.

Kemudian, pada pukul 14.00 WIT, pendaki terakhir telah mencapai puncak namun sayangnya, komunikasi terputus karena HT bermasalah. Lalu, pada pukul 19.30 WIT, Ruslan dan Abdullah telah turun lebih awal dan melaporkan bahwa Indira mengalami hipotermia.

Pukul 20.29 WIT, Tim BC melakukan briefing untuk membantu korban. Namun beberapa saat kemudian, Nurhuda (guide) tiba dengan gejala hipotermia dan meminta bantuan.

Pada pukul 21.48 WIT, Yustinus (guide) naik untuk memberi pertolongan pada survivor yaitu, Indira, Alvin, dan Satroni. Namun upaya tersebut harus terhenti di Teras Besar karena cuaca buruk.

Pukul 22:33 WIT: Dawa Gyalie Sherpa (guide Nepal) naik ke Teras 2. Dan memberikan pertolongan kepada Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono yang telah meninggal dunia.

4. Sabtu, 1 Maret 2025

Pada pukul 00.07 WIT, Poxy dan Damar (guide) melaporkan bahwa kedua korban Lilie dan Elsa telah meninggal dunia. Kedua meninggal setelah diberikan pertolongan.

Lalu pada pukul 02.07 WIT, Octries (guide) mengkonfirmasi bahwa kedua korban telah meninggal dunia. Lalu, pada pukul 03.26 WIT, Huda (guide) berangkat menolong Indira, Alvin dan Satroni di Summit Ridge.

Tiga puluh menit berlalu, tepatnya pada pukul 03.43 WIT, Damar, Poxy, Yustinus, dan Luddy tiba di Basecamp. Beberapa saat kemudian, Huda melaporkan bahwa mereka tidak bisa melanjutkan ke Summit Ridge.

Keesokan paginya, pada pukul 08:38 WIT, tim penyelamat dibagi menjadi dua. Satu tim mendaki untuk menyelamatkan Indira, Alvin, dan Satroni, sementara tim lain menuju Teras 2 untuk mengurus korban.

Saat ini jenazah Elsa Laksono telah berada di RSUD Mimika. Sementara jenazah Lilie Wijayanti masih dalam proses evakuasi.

Direncanakan ke dua korban akan diterbangkan ke Jakarta, Senin (3/3/2025). Dengan menggunakan pesawat Lion Air.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....