Tradisi Meugang di Aceh Menyambut Bulan Suci Ramadan
- 28 Feb 2025 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Tradisi Meugang menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tokoh masyarakat Aceh, Fauzi Yusuf mengatakan, tradisi meliputi pemotongan lembu, kumpul, dan hidangan khas berbuka puasa.
Menurutnya, Meugang merupakan kegiatan pemotongan lembu yang dilakukan di setiap pasar kecamatan. "Ini seminggu sebelum Ramadan, ada ziarah ke kubur-kubur, mulai semalam ini udah Meugang," kata Fauzi dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat (28/2/2025).
Ia mengatakan, pemotongan lembu dilakukan di setiap pasar kecamatan dan menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat Aceh. Daging hasil pemotongan tersebut dijual dengan harga yang relatif stabil di pasaran.
Menurutnya, Meugang juga menjadi momentum bagi masyarakat Aceh untuk berkumpul bersama keluarga. "Ini momen kebersamaan, di mana keluarga yang merantau biasanya pulang kampung untuk ikut merayakan Meugang," ujarnya.
Saat berbuka puasa, masyarakat Aceh memiliki makanan khas seperti bubur kanji, yang terbuat dari rempah-rempah dengan suwiran ayam. "Kanji ini seperti bubur sumsum, tetapi ada rempah-rempah dan suwiran ayam," ujarnya.
Selama Ramadan, warung makan di Aceh juga dilarang buka di siang hari dan baru boleh beroperasi setelah pukul lima sore. Menurutnya, pasar-pasar di kecamatan mulai ramai dengan penjual takjil dan panganan khas lainnya. (Dinda Regina Rahman)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....