Tiga Gunung Aktif Berstatus Siaga
- 07 Jan 2023 14:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Sebanyak tiga gunung berapi aktif dalam kondisi Level III atau Siaga, yakni Merapi, Semeru, dan Anak Krakatau. Informasi tersebut muncul dalam Laporan Aktivitas Gunung Api di situs MAGMA Indonesia, Sabtu (7/1/2023).
Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda yang masuk Provinsi Lampung. Sementara, Gunung Semeru berada di Jawa Timur dan Gunung Merapi di Jawa Tengah.
"Tiga kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 4-20 mm, dan lama gempa 4-7 detik. Satu kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 44 mm, S-P tidak teramati, dan lama gempa 8 detik," tulis Deny Mardiono, petugas di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang mengamati Gunung Anak Krakatau.
"Satu kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 5 detik. Dua kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 40-42 mm, S-P 1.5-1.7 detik dan lama gempa 14-15 detik," tulisnya dalam laporan tersebut.
"Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-7 mm, dominan 1 mm," tulis Denny lagi dalam laporannya terkait aktivitas di Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat, pengunjung, atau wisatawan direkomendasikan tidak mendekati atau beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau. Jangkauan larangan tersebut direkomendasikan berada dalam radius 5 km dari kawah aktif.
"Empat kali gempa guguran dengan amplitudo 4-31 mm dan lama gempa 37.7-145.8 detik. Dua puluh lima kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4-12 mm, S-P 0.2-1 detik dan lama gempa 7-11.7 detik," tulis Alzwar Nurmanaji, petugas yang memantau Gunung Merapi di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dalam laporannya.
Menurutnya, potensi bahaya di Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya. Wilayahnya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Dua puluh kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 50-100 detik. Satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 37 detik," tulis Liswanto, petugas pemantau Gunung Semeru di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
"Satu kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 10 mm, S-P 1.52 detik dan lama gempa 23 detik. Satu kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 30 mm, S-P 33 detik dan lama gempa 142 detik," tulisnya lagi dalam laporan.
Ia merekomendasikan tidak ada aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....