Menag: Keheningan Malam jadi Simbol Kedekatan dengan Allah

  • 27 Jan 2025 15:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, malam dalam tradisi Islam menjadi simbol penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT secara spiritual. Menurutnya keheningan malam mendukung refleksi, ibadah, dan kontemplasi secara mendalam.

"Malam juga bisa berarti keheningan, kesyahduan, kerinduan, dan kedamaian. Suasana kebatinan yang hadir pada malam hari sangat cocok untuk perjalanan spiritual menuju Allah," kata Menag pada acara Peringatan Isra Mikraj, "Membumikan Bahasa Langit: Membincang Kemuliaan Ibadah Salat", di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (27/1/2025).

Menurutnya, malam dipilih dalam peristiwa Isra dan Mikraj karena mencerminkan ketenangan dan waktu terbaik untuk berdoa. Keheningan ini dianggap mampu memperkuat hubungan spiritual seseorang dengan Sang Pencipta.

"Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan. Malam menjadi momen paling nikmat untuk mendekatkan diri kepada Allah," katanya, menjelaskan.

Ia mengatakan, peristiwa Isra dan Mikraj juga menunjukkan bagaimana malam menjadi waktu penting untuk perjalanan spiritual Rasulullah. Hal ini menjadi simbol bahwa ibadah pada malam hari memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.

"Kenapa dipilih malam, bukan siang?Karena malam menggambarkan suasana penuh keheningan, yang cocok untuk perjalanan menuju Allah," ujarnya.

Ia berharap, dengan menjadikan malam sebagai waktu ibadah, umat Islam dapat menghayati makna spiritualitas lebih mendalam. Keheningan malam menciptakan suasana yang mendukung refleksi dan hubungan dengan Allah SWT secara khusyuk. (Merlina Aryanti)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....