2 Tantangan Indonesia Hadapi Perkembangan Teknologi Digital

  • 24 Jan 2025 00:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kemenetian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyebut terdapat 2 tantangan besar Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi digital secara global. Hal itu disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Komdigi, Nezar Patria.

Ia menjelaskan tantangan pertama, yakni terkait dengan kesenjangan keterampilan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan digital. Sementara untuk tantangan kedua, dijelaskan Nezar adalah memberikan literasi pemanfaatan digitak untuk hal-hal yang positif.

"Kita menghadapi dua tantangan besar, pertama kita harus 'closing the gap', mempersempit kesenjangan keterampilan digital dan kedua, memastikan teknologi ini digunakan untuk kebaikan bersama," kata Nezar dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (24/1/2025).

Ia menilai kedua tantangan ini harus sesegera mungkin terselesaikan. Karena dijelaskannya, perkembangan digital saat ini, memaksakan sumber daya manusia (SDM) untuk melakukan penyesuaiannya.

Hal inilah, kata Nezar memberikan dampak akan kebutuhan talenta digital untuk bursa pekerjaan yang condong dengan digital. Wamenkomdigi menyebut, 'Future of Jobs' merilis data, sebanyak 170 juta pekerjaan baru akan dibutuhkan di tahun 2030.

Untuk menjawab tantangan itu, Nezar mengungkapkan Indonesia masih mengalami defisit talenta digital. Sebab lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa saat ini Indonesia hanya mampu mencetak 6 juta talenta.

"Mengutip data Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, pada tahun 2030 Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital. Namun yang mampu dipasok hanya sekitar 6 juta orang talenta," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....