Poin-poin Menarik Klarifikasi Raffi Ahmad Polemik Patwal RI-36

  • 12 Jan 2025 12:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemilik mobil RI 36 yang dikawal Patwal moge di Sudirman, Jakarta akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi. Ternyata, Lexus hitam berpelat dinas RI 36 itu milik Raffi Ahmad, Utusan Presiden untuk Generasi Muda dan Pekerja Seni.

Simak poin-poin menarik klarifikasi Raffi Ahmad selaku Utusan Presiden untuk Generasi Muda dan Pekerja Seni RI 36. Raffi Ahmad, pemilik mobil RI 36, menjelaskan kronologi usai klarifikasi dengan seluruh tim patwalnya.

Ia mengaku, insiden itu bermula ketika mobil tersebut sedang dalam perjalanan menjemput dirinya. Korlantas Polri, Raden Selamet, sudah meminta maaf atas tindakan petugas patwal mobil berpelat RI 36 yang dianggap arogan.

"Atas tindakan personel tersebut kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa terganggu,” katanya, Jumat (10/1/2025). Berikut poin-poin menarik klarifikasi Raffi Ahmad selaku Utusan Presiden untuk Generasi Muda dan Pekerja Seni RI 36:

1. Klarifikasi Penggunaan Kendaraan Dinas

Raffi menjelaskan bahwa mobil tersebut digunakan untuk keperluan dinas. Namun, ia tidak berada di dalam kendaraan saat kejadian.

2.Penyampaian Permohonan Maaf

Raffi mengungkapkan bahwa penyebar video yang terkait dengan kejadian tersebut telah meminta maaf. Begitu juga petugas patwal yang terlibat, mereka juga sudah meminta maaf.

3.Evaluasi Petugas Patwal

Raffi menyampaikan bahwa petugas patwal yang terlibat dalam kejadian tersebut telah dievaluasi. Evaluasi tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian.

4.Tuduhan terhadap Menteri

Raffi mengklarifikasi bahwa tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan beberapa pejabat. Seperti Menteri Koperasi dan Menteri Komunikasi.

5.Peran Sekretaris Kabinet

Raffi mengungkapkan bahwa Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, turut turun tangan menangani polemik ini. Ia memberikan teguran kepada pihak-pihak yang terlibat.

6.Tindakan Kepolisian

Pihak kepolisian telah mengambil tindakan dengan mengevaluasi petugas yang terlibat dalam pengawalan. Selain itu memastikan langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Kasus ini memicu reaksi negatif dari warganet yang mengkritik perilaku tersebut. Terutama dengan sikap arogan petugas Patwal yang dianggap kurang profesional dan tidak santun. (Erlita Zahrah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....