[Kaleidoskop 2022] Ibu Kota Baru Bernama Nusantara
- 28 Des 2022 13:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah mengumumkan nama ibu kota baru yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal tersebut disampaikan Menteri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
Nama ibu kota baru dengan nama Nusantara ini disebut telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (14/1/2022). Keputusan tersebut juga telah diumumkan saat rapat bersama Panja RUU Ibu Kota Negara (IKN), Senin (17/1/2022).
"Ini saya baru mendapatkan konfirmasi langsung dan perintah langsung dari Bapak Presiden itu pada hari Jumat. Jadi ini sekarang hari Senin, pada hari Jumat lalu, dan beliau mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," kata Suharso, Senin (17/1/2022).
Selain mengungkapkan nama ibu kota baru, Suharso juga menjelaskan alasan terpilihnya nama Nusantara sebagai ibu kota negara. Dipilihnya nama Nusantara karena menggambarkan Republik Indonesia.
"Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu dan ikonik di Internasional. Mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua Republik Indonesia dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," ujarnya.
Suharso juga menjelaskan, terpilihnya nama Nusantara merupakan hasil konsultasi dengan ahli bahasa hingga ahli sejarah. Dia menyebut, pemilihan kata yang tepat untuk nama ibu kota negara berdasarkan hasil diskusi dengan para ahli.
"Sebenarnya nama yang kami ajukan kepada Bapak Presiden cukup banyak, termasuk kami panggil ahli bahasa, ahli sejarah. Mereka yang punya otoritas untuk berikan knowledge kepada kami, para pakar untuk pilih kata-kata paling tepat," kata Suharso.
Suharso menyebut saat itu ada lebih dari 80 nama yang muncul sebagai usulan berdasarkan pembicaraan dengan para ahli. Beberapa diantaranya Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, dan beberapa nama lainnya.
Suharso mengatakan, dari nama-nama tersebut akhirnya Presiden Jokowi sepakat memilih nama baru ibu kota negara menjadi Nusantara. "Kemudian akhirnya dipilih kata Nusantara tanpa kata 'jaya'," ujarnya.
Undang-Undang IKN Dasar Pembangunan IKN
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) telah disahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengesahan ini dilakukan pada tanggal 15 Februari 2022 yang menjadi dasar pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
UU ini juga menjadi keseriusan pemerintah untuk membangun IKN. Presiden menegaskan, pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara merupakan sebuah lompatan besar untuk melakukan transformasi menuju Indonesia Maju.
Menurut Kepala Negara, IKN Nusantara akan menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia dan mencerminkan identitas nasional. Hal itu disampaikan Presiden pada Program Beranda Nusantara Menuju Ibu Kota Negara Baru yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI).
“Kita akan membangun IKN yang benar-benar menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia, mencerminkan identitas nasional, menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Mewujudkan kota hutan, smart city, kota modern, dan berkelanjutan, serta memiliki standar internasional,” kata Presiden, Rabu (23/12/2022).
Presiden meyakini, IKN Nusantara akan menjadi representasi bangsa yang unggul. Selain itu, IKN juga merupakan bentuk respons komitmen Indonesia dalam penanggulangan perubahan iklim.
Dengan pembangunan IKN, transformasi di sejumlah bidang akan dilakukan, mulai dari transformasi masyarakat, lingkungan, hingga mobilitas. Menurut Presiden, transportasi di IKN Nusantara nantinya akan memanfaatkan energi hijau yang efisien, serta hemat energi dan rendah karbon.
“Kota yang berbasis pejalan kaki dan transportasi massal dan siap beradaptasi dengan transportasi masa depan,” ujarnya. Selain itu, Kepala Negara juga menekankan adanya tranformasi untuk bekerja lebih cerdas dan kreatif.
“Transformasi dalam bekerja yang cerdas, yang kreatif, saling terkoneksi, saling terintegrasi. Dan menjalin kolaborasi menciptakan budaya kerja yang produktif, melayani dan dekat dengan masyarakat,” kata Presiden.
Presiden menyadari, pembangunan IKN Nusantara mendapat perhatian berbagai pihak sehingga muncul banyak aspirasi dan harapan tinggi terhadapnya. Hal tersebut menjadikan IKN sebagai pekerjaan besar bersama yang membutuhkan kontribusi, peranan, dan kerja sama semua pihak.
Pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN
Mengawal pembangunan IKN, Presiden Jokowi pun melantik Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN. Presiden menunjuk Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita.
Upacara pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/03/2022). Menurutnya, kedua sosok tersebut juga memiliki rekam jejak yang baik.
“Pak Bambang, beliau ini memiliki rekam jejak sebagai lulusan ITB di bidang sipil infrastruktur. Kemudian juga di bidang urban planning," kata Presiden.
"Kemudian S2, S3, pengalaman di bidang yang berkaitan dengan transportasi, yang berkaitan dengan finance. Kemudian juga terakhir memegang Vice President di ADB," ujarnya.
Dalam menjalankan tugasnya, Bambang Susantono akan didukung Dhony Rahajoe yang memiliki pengalaman lapangan, terutama di bidang properti. Presiden meyakini, keduanya mudah bekerja sama dengan para menteri dalam hal perencanaan, pelaksanaan pembangunan di lapangan, hingga investasi.
Prosesi Penyatuan Tanah dan Air Nusantara
Setelah beberapa hari pelantikan, Presiden mengunjungi Kawasan Titik Nol Kilometer IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (14/03/2022). Di lokasi tersebut, digelar prosesi penyatuan tanah dan air Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, hadir seluruh gubernur atau yang mewakili dari 34 provinsi dan juga 15 tokoh masyarakat dari Kalimantan Timur. Seluruh gubernur membawa tanah dan air dari daerahnya untuk kemudian diserahkan kepada Kepala Negara.
Presiden menjelaskan, simbolisasi penyatuan tanah dan air dari seluruh provinsi merupakan bentuk kebinekaan yang dimiliki Indonesia. Selain itu, juga merupakan lambang persatuan erat seluruh bangsa Indonesia.
"Ini merupakan bentuk dari kebinekaan kita dan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara ini," kata Presiden. Menurut Presiden, kolaborasi antara seluruh pihak dalam mendukung pembangunan IKN akan sangat membantu mewujudkan cita-cita yang Indonesia inginkan.
“Kita hadir bersama-sama di sini dalam rangka sebuah cita-cita besar dan pekerjaan besar yang akan kita segera mulai. Yaitu pembangunan Ibu Kota Nusantara," ujarnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para gubernur. Ini merupakan bentuk dari kebinekaan kita dan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara ini," ucapnya.
Presiden Jokowi dan Sejumlah Menteri Berkemah di IKN
Usai melakukan prosesi penyatuan tanah dan air nusantara, Presiden dan sejumlah pejabat dan Menteri menginap di IKN. Lokasi tempat Presiden bermalam berupa area perkemahan yang berada sekitar 2,7 kilometer dari titik nol.
Di area perkemahan juga terdapat tenda-tenda untuk para menteri dan rombongan yang turut bermalam. Beberapa menteri yang ikut bermalam di IKN adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Berikutnya Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Selanjutnya Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe, dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
Tiga Aspek Penting Pembangunan IKN
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan, terdapat tiga aspek penting mempersiapkan pembangunan IKN. Yaitu aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga regulasi.
Terkait regulasi, Bambang menyatakan, saat ini pemerintah sedang menyelesaikan sejumlah peraturan yang mendukung pembangunan IKN. "Kita sekarang sedang menyelesaikan empat rencana Perpres," kata Bambang, Selasa (29/03/2022).
"Juga dua rencana peraturan pemerintah dan tadi disinkronisasi bersama-sama untuk melihat kesesuaian satu dengan yang lain. Karena semuanya itu penting untuk landasan hukum kita bersama dalam melangkah ke depan," ujarnya.
Sedangkan dalam hal perencanaan, Bambang menyatakan, pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait. Mulai dari rencana makro hingga rencana mikro sehingga terjadi kesesuaian dan konsistensi dalam pembangunan IKN.
Terakhir dari sisi pelaksanaan, Bambang menuturkan saat ini pemerintah sedang melakukan sejumlah persiapan. Hal agar pembangunan IKN berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan yang ingin dijaga oleh pemerintah.
Presiden Jokowi: IKN Wujud Perubahan Peradaban Indonesia
IKN merupakan wujud perubahan peradaban Indonesia dengan menghadirkan konsep pembangunan Indonesiasentris. Melalui pembangunan IKN, Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan dan angka perekonomian daerah yang tinggi nantinya tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa.
“Indonesia perlu keadilan ekonomi, sekali lagi ada 17 ribu pulau, bukan hanya satu pulau. Perlu kesetaraan pembangunan, perlu pemerataan pembangunan,” kata Presiden, Selasa (18/10/2022).
IKN dibangun dengan konsep kota pintar masa depan berbasis alam dengan 70 persen area merupakan area hijau. Lahan yang digunakan dalam pembangunan IKN saat ini, kata Presiden, merupakan hutan produksi monokultur dengan satu jenis pohon.
"Justru nantinya (kita) ingin jadi hutan heterogen dengan pohon asli dan endemik dari Kalimantan. Sehingga kita harapkan nanti menjadi hutan hujan tropis lagi, tropical rain forest lagi di Kalimantan,” ucapnya.
Langkah pertama untuk mewujudkan hal tersebut yaitu pemerintah menyiapkan pusat persemaian yang telah dibangun pada bulan Juni lalu. Presiden berharap, persemaian tersebut akan mampu menghijaukan kembali Kalimantan dengan penanaman berbagai jenis bibit tanaman.
“Luas lahan persemaian ada kurang lebih 15 hektare dengan embung 7 hektare. Kita harapkan selesai nanti di awal tahun yang kapasitas bibitnya setiap tahun bisa menghasilkan kira-kira 15 juta bibit,” katanya.
Presiden juga menjelaskan, sumber energi di IKN nantinya berasal dari energi terbarukan atau renewable energy. Termasuk dalam hal transportasi, Kepala Negara menyebut pemerintah akan mengembangkan teknologi kendaraan otonom berbasis listrik atau autonomous vehicle (AV).
“Kemudian 80 persen transportasinya adalah transportasi umum, autonomous vehicle, tanpa awak dan tanpa supir. Jadi yang kita hargai di sana adalah pejalan kaki, yang kita hargai di sana adalah orang yang senang naik sepeda,” kata Presiden.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....