Komisi VII: Fokus 'Outcome', Bukan Hanya 'Output' Lembaga
- 02 Des 2024 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Komisi VII DPR RI memberikan pandangan kritis, mengenai peran dan tanggung jawab lembaga di bawah naungan komisinya. Salah satunya, dilontarkan oleh anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan.
Politikus PDIP ini menekankan, pentingnya perubahan paradigma kerja yang tidak hanya berorientasi pada output. Output tersebut, seperti rating, share, tetapi pada outcome.
“Tugas dan tanggung jawab Bapak-Ibu bukan di output-nya, tapi lebih kepada outcome-nya. Dampak dan pengaruh terhadap masyarakat Indonesia itu apa?,” kata Putra dalam Rapat Dengar Pedapat bersama Komisi VII yang digelar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (2/12/2024).
Ia menekankan, keberadaan lembaga-lembaga ini harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Serta parameter keberhasilan harus berlandaskan pada dampak sosial di daerah-daerah pemilihan (dapil), bukan sekadar angka-angka performa.
"Agar lebih fokus pada hasil yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat, literasi. Serta isu-isu seperti penekanan angka pornografi, judi online, hingga edukasi tentang COVID-19," ucapnya.
Menurutnya, indikator seperti peningkatan indeks literasi dan kesejahteraan di kabupaten/kota harus menjadi prioritas. Ia menyarankan, produksi dan agenda setting antara TVRI, RRI, dan Antara dapat berkoordinasi untuk menghindari tumpang tindih.
“Produksi Audio Visuil itu sangat mahal. Kalau bisa kamar produksinya disatukan, sehingga koordinasi lebih efektif dan efisien,” katanya. (Intern/Robbibatus Saaidah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....