Warisan dan Kerja Nyata 10 Tahun Jokowi

  • 19 Okt 2024 06:17 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Dua masa kepemimpinan dengan dua wakil berbeda, Presiden RI Joko Widodo telah menyiapkan warisan dan hasil kerja nyata. Sepuluh tahun kepemimpinannya, Joko Widodo telah banyak membangun perubahan untuk Indonesia dengan berbagai mega proyek.

Dalam laman resmi Presiden, dikutip Sabtu (18/10/2020), peletakan fondasi menjadi Indonesia Maju digarap di semua lini, dari Sabang sampai Merauke, mulai dari masifnya infrastruktur, transformasi digital, hilirisasi, pembangunan Papua, hingga menyiapkan Ibu Kota Nusantara. Semua digarap tanpa mengabaikan dinamika geopolitik di kawasan maupun di internasional.

"Jadi pembangunan itu berentetan ke mana-mana. Tidak hanya berfungsinuntuk satu," kata Presiden Joko Widodo, melalui Kemensetneg, Sabtu (19/10/2024).

Berkat kepemimpinannya, Indonesia menduduki negara menengah-atas dan masuk dalam daftar 20 negara dengan perekonomian terbesar dunia. Sekalipun teror kesehatan Covid-19 pernah menghantam hebat, tidak membuat Indonesia terjerumus terlalu dalam. Proyek infrastruktur disulap menjadi program padat karya, ekonomi kembali pulih dan bangkit.

Selama sepuluh tahun kepemimpinannya, Joko Widodo telah menyiapkan IKN (Ibu Kota Nusantara) yang digadang-gadang sebagai kota masa depan. Jokowi juga membangun transportasi publik seperti Woosh, MRT, dan LRT, jalan tol MBZ, tol Trans Jawa, Trans Sumatera, dan Trans Kalimantan (2.700 km jalan tol sepanjang tahun 2015-2024), dan proyek BTS 4G di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Melalui laman resmi Kementerian PUPR, Sabtu (19/10/2024), juga disebutkan cepaian sepanjang 2015-2024, pembangunan jembatan nasional mencapai 125.904 meter, jalan nasional 6.000 km, jembatan gantung 583 unit, dan flyover 27.673 meter.

Program kerjanya untuk "wong cilik" juga menjadi prioritas seperti 366 ribu kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 50 pelabuhan dan bandara, 1,18 juta jaringan irigasi, dan Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di lebih dari 80 persen kabupaten di Indonesia, serta 61 proyek bendungan nasional. Lalu, capaian sanitasi dan persampahan (2015-2024) telah menyasar 13,5 juta kepala keluarga.

Sementara jurus andalan Jokowi dalam merangkul masyarakat miskin juga telah dijalankan melalui program Bansos Kartu Sembako yaitu 18,7 juta sasaran Kelompok Penerima Manfaat (KPM) tahun 2023 dengan anggaran Rp 44,15 triliun dan Bansos PKH (Program Keluarga Harapan) dengan capaian 9,9 juta KPM dengan anggaran Rp 28,01 triliun.

Jokowi juga tidak lupa menengok Papua. Melakukan berbagai upaya supaya Papua juga bisa berkembang sebagaimana Provinsi lain. Jokowi menjalankan proyek di antaranya pembangunan jalan trans papua, revitalisasi 8 sarana olahraga, pembangunan pos lintas batas negara, dan proyek besar Palapa Ring Timur. Dengan akses yang lebih baik, peluang ekonomi juga akan terbuka lebar dan kualitas hidup akan meningkat.

Jokowi sepanjang satu dekade juga telah menelurkan warisan berupa Undang-Undang, yaitu KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) baru pengganti UU kolonial warisan Belanda, sebagai modernisasi hukum Indonesia setelah 79 tahun, lebih adaptif, dan lebih memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi rakyat semesta, Omnibus Law Cipta Kerja untuk mengatasi tumpang tindih regulasi, mempermudah izin usaha, dan percepatan transformasi ekonomi, serta penguatan UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....