Sekolah Diminta Optimalkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

  • 10 Okt 2024 10:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti meminta, sekolah mengoptimalkan keberadaan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Tim ini dibentuk Kemendikbudristek berdasarkan Peraturan Mendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023.

"Sekarang keberadaan TPPK sudah ada dampak. Misalnya, sekolah-sekolah sudah aware (peduli/res) dan program pencegahan sudah dilakukan," kata Retno perbincangan bersama Preo 3 RRI, Kamis (10/10/2024).

Menurut Retno, sekolah harus terus melakukan sosialisasi anti-bullying (pencegahan perundungan) kepada peserta didik. Selain itu, sekolah juga harus terus sosialisasi dampak kekerasan seksual daring.

"Ini agar orang tua ikut mengawasi dan orang tua juga diundang untuk menerima sosialisasi. Itu menurut saya bentuk pencegahan yang secara nyata dilakukan sekolah saat ini," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, kekerasan dan perundungan dapat dicegah dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) saat penerimaa peserta didik baru. "Mereka membangun sistem dengan cara memperkenalkan TPPK dan kampanye anti-bullying juga dilakukan, ini sudah terlihat di sisi pencegahan," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendata jumlah satuan pendidikan telah membentuk TPPK. Per 1 Oktober 2024 tercatat ada sebanyak 404.570 satuan pendidikan di Indonesia.

"Atau 93,63 persen sekolah dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah,"' kata Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek Rusprita Putri Utami.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....