Serangan Pos Biha Lagari Tewaskan Dua Orang
- 21 Feb 2026 20:55 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Aparat gabungan mengevakuasi warga di sekitar Pos Pengamanan Kampung Biha, Lagari, yang diserang dan dibakar orang tak dikenal. Selain warga, petugas juga mengevakuasi dua jenazah korban dalam insiden tersebut.
Aparat gabungan terdiri dari Polres Nabire, Polda Papua Tengah, dan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC). Proses evakuasi dilakukan setelah laporan masyarakat diterima aparat keamanan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengatakan pihaknya menerima informasi adanya penyerangan menggunakan senjata api. Penyerangan itu juga disertai pembakaran pos pengamanan di Kampung Biha Lagari.
“Sekitar pukul 15.00 WIT kami dihubungi masyarakat, melaporkan terjadi penembakan dan pembakaran pos di Biha Lagari. Kami langsung bergerak bersama Satgas ODC dan Polda Papua Tengah,” ujarnya, Sabtu malam.
Kapolres menjelaskan aparat segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi korban selamat. Tim gabungan juga melakukan olah tempat kejadian perkara setelah area dinyatakan aman.
“Kami bagi tim untuk evakuasi masyarakat dan pengamanan lokasi. Setelah itu kami lakukan olah TKP dan evakuasi korban,” katanya.
Dua korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar di bangunan pos pengamanan. Identitas korban belum diketahui karena kondisi jenazah hangus terbakar.
“Kedua jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Nabire untuk penanganan lebih lanjut oleh tim medis,” ucapnya.
Pasca kejadian, aparat melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada warga tertinggal. Warga yang ditemukan kemudian dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Kami akan kembali ke TKP untuk memastikan tidak ada masyarakat tertinggal. Evakuasi diarahkan menuju wilayah yang lebih aman,” katanya.
Sekitar 150 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan kejadian tersebut. Aparat TNI juga turut membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi.
Kapolres menyebut identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Proses identifikasi akan dilakukan termasuk melalui pemeriksaan DNA.
“Jenazah akan diperiksa tim medis untuk memastikan identitas korban,” ujarnya.
Kapolres menduga pelaku penyerangan merupakan kelompok kriminal bersenjata. Namun hingga kini aparat masih menyelidiki kelompok yang terlibat dalam serangan tersebut.