Harga Emas Naik Dipicu Ketegangan AS-Iran

  • 28 Feb 2026 16:07 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Harga emas dunia melonjak mendekati level tertinggi dalam satu bulan pada Jumat 27 Februari 2026 dan bersiap mencatat kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut. Penguatan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Dilansir dari CNBC, harga emas spot tercatat naik 0,8 persen menjadi USD5.230,56 per ons, menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari pada awal sesi perdagangan. Sepanjang Februari 2026, harga emas telah menguat sekitar 7,6 persen.

Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup naik 1 persen di posisi USD5.247,90 per ons.

Kenaikan harga logam mulia ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap perkembangan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Meski mediator Oman menyatakan kedua negara mencapai kemajuan dalam negosiasi pada Kamis 26 Februari 2026, belum ada terobosan signifikan yang mampu meredakan risiko konflik.

Situasi semakin tegang setelah Kedutaan Besar AS di Yerusalem mengizinkan staf non-esensial beserta keluarga meninggalkan Israel dengan alasan keamanan. Langkah ini memicu sentimen penghindaran risiko di pasar global.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik karena menekan biaya peluang bagi investor.

Analis pasar memperkirakan target kenaikan harga emas berikutnya berada di kisaran USD5.450 per ons, dengan level dukungan kuat di sekitar USD5.120.

Dari sisi data ekonomi, laporan menunjukkan harga produsen AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Januari 2026. Hal ini mengindikasikan potensi tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang, yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang sekitar 42 persen bagi bank sentral AS untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni 2026.

Di kawasan Asia, impor emas bersih Tiongkok melalui Hong Kong melonjak 68,7 persen pada Januari dibandingkan Desember 2025, menurut data resmi pemerintah setempat. Kenaikan permintaan dari konsumen utama emas dunia ini turut menopang harga global.

Selain emas, harga perak spot naik 4,8 persen menjadi USD92,60 per ons dan berpotensi mencatat kenaikan bulanan 9,7 persen. Platinum menguat 3,4 persen ke USD2.350,34 per ons, sedangkan paladium turun tipis 0,5 persen menjadi USD1.775,31 per ons, meski keduanya masih berada di jalur kenaikan bulanan.

Rekomendasi Berita