Malam Tahun Baru, Pedagang Kembang Api Menggantung Harapan

  • 30 Des 2025 10:53 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Tahun 2025 akan berakhir, berbagai pernak pernik suasana malam pergantian pun semakin terlihat di Kota Nabire Papua Tengah, tidak terkecuali pedagang petasan dan kembang api di sejumlah pinggiran ruas jalan raya dengan berbagai lapak mereka yang penuh beragam jenis petasan dan kembang api.

Sarmini, pria asal Buton yang telah lama berdomisili di Nabire juga terlihat di antara para pedagang tersebut. Sarmini merupakan pedagang ikan, namun karena ada momentum tahun baru, ia banting stir untuk sementara berjualan petasan dan kembang api. "Sudah dua minggu ini saya berjualan karena mau tahun baru", ucapnya saat ditemui RRI, Selasa (30/12/2025).

Ia mengatakan ingin berjualan kembang api dan petasan karena banyak temannya juga berjualan. "teman-teman sepakat pesan kembang api dan petasan ke Surabaya, modal saya untuk pesan itu 30 juta, jadi ini kembang api dan petasan baru semua, bukan stok lama", ungkapnya mantap.

Sarmini berjualan setiap hari sejak pagi pukul 8 hingga malam pukul 11 atau 12, bergantian dengan anak perempuannya yang masih masa libur sekolah. "Kalau malam, saya tidur di lapak ini, pulang hanya sesekali, ada perbekalan makan dan minum dari rumah", imbuhnya.

Harga petasan dan kembang api milik Sarmini, bervariasi mulai yang Rp 5000 hingga Rp 2,5 juta. "Tergantung jenis dan mereknya, banyak yang membeli petasan dan kembang api yang tembakannya banyak, itu yang agak mahal", jelasnya. Jelang malam pergantian tahun 2025/2026, Ia telah berjualan selama 2 pekan dan telah mendapat hasil penjualan Rp 10 juta.

Sarmini yakin jualannya akan habis hingga 1 Januari 2026 mendatang. "saya ingin warga banyak yang beli dan jualan saya habis, masih ada beberapa hari lagi jelang malam pergantian tahun nanti", tutupnya. Ia berjualan di lapak beratap terpal biru, di pinggir jalan R.E Martadinata Nabarua Nabire yang ramai lalulintas kendaraan.

Rekomendasi Berita