PT KAI Klarifikasi: Pegawai dalam Kasus “Tumbler-Viral" dibina
- 28 Nov 2025 06:28 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan sikap humanis dalam menangani pegawai yang tersorot publik akibat kasus “tumbler viral” yang sempat menjadi perbincangan masyarakat. Alih-alih melakukan pemutusan hubungan kerja, perusahaan memilih memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pegawai tersebut agar dapat memperbaiki kualitas pelayanan di masa mendatang.
Manajemen KAI menyebut bahwa keputusan untuk tidak melakukan PHK merupakan bentuk keseimbangan antara penegakan aturan perusahaan dan aspek kemanusiaan. Pegawai tetap dianggap memiliki kontribusi dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kami menilai pembinaan menjadi langkah terbaik. Yang bersangkutan tetap bekerja dan mendapatkan pendampingan agar pelayanan kepada pelanggan dapat semakin baik,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.
Tegakkan Aturan Tanpa Menghilangkan Masa Depan Pekerja
KAI menegaskan bahwa perusahaan memiliki standar etik dan prosedur pelayanan yang wajib dipatuhi seluruh pegawai. Dalam insiden tumbler viral, pihak manajemen memang menemukan adanya prosedur yang tidak dilaksanakan sesuai ketentuan. Namun pelanggaran tersebut tidak otomatis berujung pada pemberhentian, melainkan sanksi internal yang disertai program evaluasi.
Menurut KAI, pemberian kesempatan kedua merupakan langkah penting terutama dalam konteks hubungan kerja jangka panjang. Banyak pegawai yang selama bertahun-tahun memberikan pelayanan baik, dan satu kesalahan bukan berarti menghilangkan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Bangun Budaya Pelayanan Lebih Empatik
Sebagai tindak lanjut, KAI akan memperluas pelatihan untuk pekerja, terutama yang berada di garis depan pelayanan pelanggan. Pelatihan akan fokus pada komunikasi empatik, manajemen situasi, dan pendekatan humanis dalam menghadapi keberagaman karakter pelanggan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap interaksi pelanggan dengan petugas memberikan rasa nyaman dan dihormati. Pelayanan humanis menjadi standar,” tegas manajemen.
Harapan Ke Depan
KAI berharap kasus tumbler viral dapat menjadi pembelajaran bersama — baik bagi perusahaan maupun bagi masyarakat. Perusahaan menyampaikan terima kasih kepada pelanggan yang memberikan kritik sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas layanan transportasi nasional.
KAI juga mendorong masyarakat untuk menggunakan kanal pengaduan resmi jika menemukan kekurangan pelayanan, sehingga penyelesaian dapat berjalan profesional dan tidak merugikan pihak manapun.(NDG)