Tujuh Fakta Unik Tentang Gas Air Mata

  • 31 Agt 2025 00:42 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Gas air mata adalah senyawa kimia iritan yang digunakan untuk mengendalikan massa atau melumpuhkan seseorang secara sementara.

Zat ini memicu reaksi menyakitkan pada mata, hidung, tenggorokan, dan kulit, sehingga orang yang terkena akan sulit melihat, menangis berlebihan, batuk, hingga sesak napas.

Berikut beberapa fakta unik tentang gas air mata:

1. Bukan gas sebenarnya – meski disebut “gas air mata”, zat ini umumnya berupa partikel padat mikroskopis (aerosol) yang disemprotkan ke udara.

2. Efeknya sementara – gas air mata dirancang untuk melumpuhkan sementara dengan menyebabkan perih di mata, iritasi hidung, dan kesulitan bernapas, tetapi efeknya biasanya hilang dalam 15–30 menit setelah terpapar udara segar.

3. Bukan senjata perang – menurut Konvensi Senjata Kimia 1993, penggunaan gas air mata dilarang dalam peperangan, tetapi masih legal dipakai oleh aparat penegak hukum untuk mengendalikan massa.

4. Jenis paling umum adalah CS gas – dinamai dari penemunya, Ben Corson dan Roger Stoughton (1930-an). Ada juga CN gas (chloroacetophenone), tapi lebih beracun.

5. Tubuh bereaksi instan – hanya dalam beberapa detik, mata akan mengeluarkan air berlebih, hidung berair, dan tenggorokan terasa terbakar. Ini adalah reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan zat asing.

6. Bisa berbahaya – meskipun dianggap “non-mematikan”, paparan berlebihan atau di ruang tertutup dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kulit terbakar, bahkan risiko kematian.

7. Ada “antidot sederhana” – mencuci muka dengan air bersih mengurangi iritasi, tetapi ada laporan bahwa larutan soda kue atau susu kadang dipakai sebagai penawar darurat di lapangan.

Rekomendasi Berita