Update Harga Pangan Kabupaten Nabire, 3 Maret 2026
- 03 Mar 2026 09:21 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, harga sejumlah komoditas pangan pada Senin, 2 Maret 2026, terpantau relatif stabil dibandingkan Selasa, 24 Februari 2026. Namun, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, terutama pada kelompok hortikultura dan cabai.
Di Pasar Kalibobo, harga bawang merah turun dari Rp60.000 per kilogram menjadi Rp50.000–Rp60.000 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit lokal mengalami kenaikan dari Rp55.000–Rp60.000 menjadi Rp50.000–Rp60.000 per kilogram (rentang bawah sempat turun namun harga atas tetap tinggi). Sementara itu, harga cabai merah keriting relatif stabil di kisaran Rp50.000–Rp60.000 per kilogram. Komoditas beras premium dan beras medium tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap di kisaran Rp18.000–Rp20.000 dan Rp15.000–Rp18.000 per kilogram. Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi murni tetap stabil di angka Rp180.000–Rp200.000 per kilogram. Daging ayam ras lokal bertahan di kisaran Rp80.000 per ekor, begitu pula telur ayam ras yang masih berada pada rentang Rp75.000–Rp95.000 per rak. Harga gula pasir curah dan gula pasir kemasan juga tidak mengalami perubahan signifikan.
Di Pasar Bumi Raya, beberapa komoditas menunjukkan pergerakan harga. Bawang merah yang sebelumnya berada pada kisaran Rp55.000–Rp65.000 kini menjadi Rp60.000–Rp65.000 per kilogram. Cabai merah keriting naik dari Rp55.000–Rp60.000 menjadi Rp45.000–Rp55.000 (rentang bawah turun namun harga atas relatif stabil). Daging ayam beku mengalami kenaikan batas atas harga dari Rp65.000 menjadi Rp75.000 per ekor.
Sementara itu, harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng kemasan, tepung terigu, gula, serta garam beryodium terpantau stabil. Komoditas sayuran seperti tomat, kangkung dan sayur mayur lainnya juga tidak mengalami perubahan berarti, masih berada di kisaran Rp5.000–Rp30.000 tergantung jenisnya.
Secara umum, harga pangan di Kabupaten Nabire pada awal Maret 2026 masih dalam kondisi terkendali meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas tertentu. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.