BPS Keluarkan Inflasi Tahunan Nabire Capai 6,17 Persen
- 02 Mar 2026 16:18 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Badan Pusat Statistik Kabupaten (BPS) Nabire, resmi merilis berita rilis statistik perkembangan inflasi Kabupaten Nabire untuk periode Februari 2026. Rilis yang disampaikan oleh Kepala BPS Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting, berlangsung Senin,02 Maret 2026 langsung dari Kantor BPS Nabire.
Dalam rilis tersebut, Dio Benuvin Perkasa Ginting menyampaikan bahwa sejumlah catatan peristiwa ekonomi turut memengaruhi dinamika harga barang dan jasa di daerah, salah satu sorotan adalah naiknya harga telepon seluler.
“Kenaikan ini dipicu meningkatnya biaya komponen utama seperti chip dan memori di pasar global. Tingginya permintaan komponen, terutama untuk pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga perangkat elektronik,” jelasnya.
Selain itu, kenaikan harga emas global juga berdampak pada harga emas perhiasan di tingkat lokal. Kondisi ini turut memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan.
“Selain emas, pada sektor energi, BPS mencatat adanya perbedaan kebijakan tarif listrik. Pada awal tahun 2025, pemerintah masih memberlakukan diskon tarif listrik sebesar 50 persen. Namun, pada tahun 2026 kebijakan diskon tersebut tidak lagi berlaku, sehingga tarif listrik kembali normal dan memberi andil terhadap peningkatan inflasi secara tahunan,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, untuk perkembangan Inflasi, secara tahunan (year on year), perbandingan Februari 2025 terhadap Februari 2026 tercatat inflasi sebesar 6,17 persen. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah:
• Tarif listrik: 2,13
• Cabai rawit: 1,12
• Beras: 0,70
• Daging babi: 0,41
• Emas perhiasan: 0,35
Sementara itu, secara bulanan (month to month), perbandingan Januari 2026 terhadap Februari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,71 persen. Deflasi ini dipicu oleh turunnya sejumlah komoditas utama dengan andil terbesar antara lain:
• Cabai rawit : -0,75
• Bawang merah : -0,20
• Angkutan udara: -0,11
• Daging ayam ras: -0,05
• Bensin: -0,05
Adapun secara kalender (year to date), perbandingan Februari 2026 terhadap Desember 2025 terjadi deflasi sebesar 2,10 persen.
Perkembangan harga pada Februari 2026 menunjukkan adanya tekanan inflasi tahunan yang cukup tinggi, meskipun secara bulanan dan kalender terjadi deflasi. Kondisi ini mencerminkan dinamika harga yang dipengaruhi faktor global maupun kebijakan domestik, khususnya pada sektor energi dan komoditas pangan.