Tradisi Takbiran Keliling Perayaan Malam Idul Fitri
- 30 Mar 2025 13:23 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Hari Puasa terahir sudah didepan mata, saatnya kita merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Perayaan takbiran keliling merupakan tradisi perayaan malam Idul Fitri yang umum dilakukan di Indonesia.
Masyarakat berkumpul dan berkeliling sambil mengumandangkan takbir, biasanya menggunakan kendaraan yang dihias atau berjalan kaki membawa obor dan alat musik tradisional seperti bedug. Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai ungkapan kegembiraan dan syukur atas kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh.
” Takbir yang dikumandangkan adalah pujian kepada Allah SWT, sebagai pengingat akan kebesaran-Nya dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan,” ucap Joko Widadi pengurus takmir masjid Annur di wilayah Pedan, Klaten Jawa Tengahbkepada rri.co.id.
Selain aspek religius, takbiran keliling juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antar warga. ”Masyarakat dari berbagai kalangan berkumpul dan merayakan malam kemenangan ini bersama-sama, menciptakan suasana yang meriah dan penuh suka cita,memperat tali silahturahmi” katanya. Bahkan kegiatan ini merupakan kegiatan lintas generasi turun temurun.
Meskipun takbir keliling adalah tradisi yang positif dan meriah, penting untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaannya. Selain itu, esensi utama dari malam takbiran adalah ibadah dan mengagungkan Allah, sehingga perayaan sebaiknya tidak berlebihan dan tetap menghormati nilai-nilai agama.
Secara keseluruhan, takbir keliling di malam Idul Fitri adalah tradisi yang kaya makna, menggabungkan aspek religius, sosial, dan budaya, serta menjadi bagian penting dari perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.Selamat menyongsong Hari Raya Idul Fitri, semoga semakin menguatkan keimanan dan ketaqwaan pasca Idul Fitri.
(Aditya Wardhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....