Program MBG Hadirkan Senyum di MIN-3 Aceh Barat
- 02 Nov 2025 17:07 WIB
- Meulaboh
KBRN, Meulaboh : Langit pagi Meulaboh tampak cerah saat bel masuk berbunyi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat. Anak-anak berlarian menuju ruang kelas dengan wajah ceria, sebagian dari mereka sudah menanti waktu istirahat karena tahu akan ada menu makan bergizi gratis yang disajikan di sekolah.
Sejak diluncurkan secara nasional, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Barat telah menyentuh lebih dari 28 ribu penerima manfaat. Di tengah berbagai isu yang berkembang, program ini tetap memberikan dampak positif bagi siswa, wali murid, dan pihak sekolah.
Bagi MIN 3 Meulaboh, program ini menjadi napas baru dalam mendukung kesehatan dan semangat belajar anak-anak. Marta Dinata, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MIN 3 Meulaboh, menuturkan bahwa manfaatnya dirasakan langsung oleh seluruh warga sekolah. “Dari hasil program ini, ada beberapa manfaat yang dirasakan langsung oleh siswa maupun gurunya,” ujarnya kepada RRI.
Hal senada disampaikan oleh Sofia, salah satu orang tua siswa. Ia mengaku program MBG sangat membantu, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. “Bermanfaat sekali bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan makanan yang bergizi,” katanya dengan wajah bersyukur.
Di sela waktu istirahat, Rafardan, siswa kelas enam di MIN 3 Meulaboh, tampak menikmati makan siangnya bersama teman-teman. Ia mengaku senang karena kini bisa makan siang di sekolah. “Sebelum ada MBG, nggak ada makan siang,” ucapnya singkat sambil tersenyum.
Anak-anak lain juga ikut bersuara, mereka tampak riang menyebut menu yang mereka sukai. “MBG pisang, telur, roti, dan susu,” teriak mereka bergantian dengan tawa yang lepas. Bagi mereka, menu sederhana itu terasa istimewa karena bisa dinikmati bersama teman-teman di sekolah.
Pihak sekolah berharap program ini terus berjalan dengan peningkatan kualitas menu agar siswa tidak merasa bosan. “Harapan kami, makanan dalam program MBG ini bisa lebih divariasikan setiap harinya,” ujar Marta Dinata.
Sementara itu, para orang tua juga menyampaikan harapan agar program ini terus berlanjut dengan pengawasan yang lebih baik. “Harapannya ke depan lebih bergizi lagi buat anak-anak,” ucap Salimah, salah satu wali murid. Sofia menambahkan, “Kalau bisa, lebih ditingkatkan lagi kebersihannya dan nilai gizinya, biar lebih bermanfaat.”
Bagi para siswa, program MBG bukan sekadar makan siang gratis, tetapi simbol kepedulian yang membuat mereka merasa diperhatikan. “Harapannya ke depan bisa terus ada dan bermanfaat kembali,” kata Rafardan dengan polos. Di antara tawa mereka, program makan bergizi ini bukan hanya memberi nutrisi, tapi juga menumbuhkan semangat dan rasa syukur di bangku sekolah dasar.