Mengenal Noken, Tas Unik dari Timur Indonesia
- 19 Jun 2024 10:35 WIB
- Merauke
KBRN,Merauke: Papua merupakan salah satu provinsi yang berada paling Timur di Indonesia. Meskipun berada paling ujung tetapi memiliki segudang adat dan budaya yang sangat menarik untuk dikenal. Salah satu keunikan dari Papua adalah sebuah tas khas yang sering dikenal dengan nama Noken. Noken adalah tas unik tradisional Papua yang terbuat dari serat kulit kayu, biasanya dari kayu pohon nenduam, pohon nawa, atau anggrek hutan. Dua ratus lima puluh suku di Papua menggunakan noken yang berfungsi untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari serta membawa hasil pertanian dan kebun, seperti sayuran, umbi-umbian, dan barang dagangan lainnya ke pasar. Dilihat secara sekilas, fungsi Noken Papua memang tidak jauh berbeda dengan tas pada umumnya. Namun Noken digunakan di kepala dan keunikan ini menjadikan Noken sebagai warisan kebudayaan tak benda UNESCO pada 4 Desember 2012 lalu.
Bagi orang papua sendiri Noken memiliki makna atau filosofis tersendiri. Noken aslinya dibuat oleh mama-mama di Papua. Berdasarkan filosofinya, Noken khas Papua diyakini melambangkan simbol kehidupan yang baik, kedamaian, dan kesuburan bagi masyarakat di Papua. Menariknya noken hanya dapat dibuat oleh Perempuan-perempuan asli papua. Sejak masih kecil mereka sudah belajar untuk membuat Noken. Selain itu Noken menjadi sebuah lambang kedewasaan Perempuan Papua, mereka akan dianggap sudah dewasa apabila sudah pandai dalam membuat tas Noken.
Noken sendiri memiliki banyak motif dan keunikan masing-masing , seperti Noken Wamena berbentuk seperti jaring ikan, terbuat dari akar anggrek atau daun pandan besar menggunakan teknik rajut. Mereka sering menggunakannya di atas kepala dan menggantung ke belakang punggung.
Fungsi utamanya ialah untuk membawa hasil panen dari ladang. Dahulu, Noken ini tercipta dari memanfaatkan tanaman di sekitar hutan Wamena.
Noken Raja Ampat memang terbuat dari tanaman pesisir. Hal ini sebagai ciri khas bahwa noken tersebut berasal dari Raja Ampat. Jika Noken Wamena digunakan di atas kepala, maka berbeda dengan masyarakat Raja Ampat yang menggunakan nokennya dengan cara menggantungkannya di leher menghadap depan atau di pundak mereka.
Di wilayah adat Meepago, nokennya dibuat dari kulit batang bunga anggrek. Noken wilayah selatan Papua, berbeda dengan noken di wilayah pesisir maupun noken di wilayah pegunungan.
Pembuatan noken juga memakan waktu yang cukup panjang. Pertama, kulit kayu yang merupakan bahan baku umum noken dikupas lebih dulu. Lalu, dipisahkan antara kulit dengan serat. Setelah terpisah, serat kayu ditumbuk, kemudian diremas-remas dan dijemur demi mengeluarkan sisa air.
Usai kering, serat kayu dibelah jadi bagian-bagian lebih kecil agar mudah dipintal. Terakhir, pemintalan dilakukan secara manual sebelum serat kayu dirajut ke berbagai macam pola noken. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat tas kecil mencapai dua sampai tiga minggu, sedangkan tas berukuran besar bisa menghabiskan waktu tiga minggu, bahkan dua sampai tiga bulan. Untuk harga Noken tersendiri bervariasi mulai dari Rp.100.000 s/d jutaan rupiah, tergantung dari motif, ukuran dan bahan noken tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....