Konsultasi Publik Dorong Kolaborasi Pelestarian Hutan Konservasi Danau Bian

  • 07 Okt 2026 12:27 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. ID, Merauke - Upaya menjaga kelestarian Hutan Konservasi Danau Bian di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus didorong melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat adat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jhoni Santoso dalam kegiatan konsultasi publik terkait pengelolaan Hutan Konservasi Danau Bian yang digelar PT. BIA di Merauke, Rabu 7 Oktober 2026.

Dalam forum tersebut, pengelolaan kawasan konservasi ditekankan tidak hanya berorientasi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat adat di sekitar kawasan.

Menurut Jhoni, Hutan Konservasi Danau Bian memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama. Perhatian terhadap perlindungan keanekaragaman hayati dan keberlangsungan masyarakat di sekitar kawasan juga terus dilakukan melalui berbagai bentuk kerja sama.

“Kami mengedepankan prinsip kolaborasi. Salah satunya dengan PT Bio Inti Agrindo dan apresiasi kami sebesar-besarnya atas kerja sama yang selama ini sudah berlangsung,” ujar Jhoni Santoso dalam kegiatan tersebut.

Selain dengan perusahaan, kolaborasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah, kepala distrik, kepala kampung, serta masyarakat sebagai pemilik wilayah.

Masyarakat adat diharapkan tetap menjadi subjek utama dalam pengelolaan kawasan konservasi sekaligus menjadi mitra dalam menjaga kelestarian hutan.

Kondisi lingkungan saat ini juga menjadi perhatian, terutama dampak fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di sekitar kawasan, sehingga diperlukan langkah bersama untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Melalui konsultasi publik, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka ruang dialog untuk menghasilkan kesepakatan dan komitmen bersama dalam menjaga Hutan Konservasi Danau Bian.

Selain aspek konservasi, pemberdayaan masyarakat juga menjadi bagian penting. Penguatan ekonomi masyarakat diharapkan berjalan seiring dengan upaya perlindungan kawasan, sehingga masyarakat di sekitar Danau Bian dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan.

“Bagaimana bersama-sama menjaga Hutan Konservasi Danau Bian dan sekaligus melalui pemberdayaan masyarakat pada tingkat ekonomi, bagaimana juga menyejahterakan masyarakat yang ada di sekitar Danau Bian,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh pihak membangun pola hubungan yang baik dan kolaboratif dalam pengelolaan kawasan, dengan tetap menghormati kebutuhan ruang masyarakat adat, kebutuhan sosial ekonomi, serta kebutuhan pembangunan.

Menurutnya, kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat harus dapat berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

“Yang kita harapkan adalah Hutan Konservasi Danau Bian tetap lestari, menghormati kebutuhan ruang masyarakat adat, kebutuhan sosial ekonomi masyarakat adat, kebutuhan pembangunan, tetapi pada saat yang sama juga ada komitmen dan kolaborasi dalam melestarikannya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....