Karhutla Mengancam, 495 Hotspot Terdeteksi di Papua Selatan

  • 17 Sep 2026 09:36 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Sebanyak 495 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Papua Selatan berdasarkan pemantauan citra satelit pada 15 September 2026. Jumlah tersebut tersebar di empat kabupaten dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Merauke.

Asih Arum Bestari, S.Tr., Kasubag TU Stasiun Klimatologi Papua Selatan, menyampaikan dari total tersebut, Merauke tercatat sebanyak 482 titik hotspot, dengan 24 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Sementara itu, Asmat terdeteksi satu titik dengan tingkat kepercayaan sedang, Mappi 10 titik dan Boven Digoel dua titik, yang seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan sedang.

“Untuk seluruh Provinsi Papua Selatan, total adanya hotspot sejumlah 495 titik.” Ujar Arumi dalam talk show bersama RRI Merauke.

Arum menjelaskan, jumlah hotspot dapat berubah karena data diperoleh melalui citra satelit yang diperbarui dalam beberapa jam. Waktu pengamatan satelit turut memengaruhi jumlah titik panas yang terdeteksi, sehingga jumlah pada pagi hari dapat berbeda dengan hasil pemantauan pada siang hari ketika intensitas penyinaran matahari lebih tinggi.

Menurutnya, berkurangnya jumlah hotspot yang terpantau tidak serta-merta menunjukkan penurunan aktivitas kebakaran secara keseluruhan melainkan Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut juga menjadi indikasi adanya langkah-langkah positif yang dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak dalam mencegah maupun menangani kebakaran hutan dan lahan.

Arum menambahkan, Papua Selatan saat ini masih berada dalam periode musim kemarau, meskipun puncak kemarau telah dilewati pada Agustus 2026. Kondisi kemarau masih dipengaruhi fenomena El Nino yang saat ini berada pada intensitas kuat dengan nilai 2,83.

Sementara itu, perkiraan awal musim hujan akan disampaikan BMKG melalui press release resmi di bulan Desember. Meski demikian, kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027, sehingga masyarakat di Papua Selatan tetap perlu mewaspadai kondisi cuaca dan potensi kebakaran hutan dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....