BPBD Merauke Penyelamatan Korban Bencana

  • 11 Sep 2026 10:27 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kabupaten Merauke terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya kebakaran dan kondisi darurat yang membutuhkan evakuasi masyarakat. Dalam pelaksanaan tugas, BPBD juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, terutama dalam penyediaan ambulans, tenaga medis, dokter, dan obat-obatan.

Simon Linto Kabid Evakuasi dan Penyelamatan Korban BPBD Merauke mengatakan, BPBD lebih berfokus pada proses evakuasi serta penempatan korban atau warga terdampak ke lokasi yang dinilai aman. Simon lintok. Es mengakui, salah satu kendala yang masih dihadapi saat ini adalah keterbatasan jumlah personel. Dari kebutuhan ideal sekitar 30 orang, saat ini Bidang Evakuasi dan Penyelamatan Korban Bencana hanya memiliki 11 personel.

Simon menjelaskan keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan bagi BPBD untuk mengurangi kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Menurutnya, personel tetap berupaya menjalankan tugas secara maksimal, termasuk ketika harus menangani kebakaran yang terjadi berulang kali di wilayah Merauke.

Dari sisi armada, BPBD Merauke saat ini memiliki dua unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas masing-masing 4.000 liter, dua unit mobil suplai air, serta dua unit mobil evakuasi korban. BPBD juga memiliki kendaraan pendukung yang dap at digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran di kawasan hutan.

Simon , s menjelaskan, tantangan penanganan bencana akan semakin besar ketika lokasi kejadian berada di kawasan hutan. Karena kondisi geografis Papua Selatan memiliki rawa dan semak belukar sehingga harus membutuhkan kemampuan serta keahlian khusus dalam proses pemadaman maupun evakuasi. dan juga diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, serta kalangan akademisi. Ujar simon dalam dialog di RRI Merauke.

BPBD juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. Sebab, masyarakat dinilai menjadi salah satu ujung tombak dalam menghadapi berbagai potensi bencana di daerah. Selain penanganan saat bencana terjadi, upaya pencegahan juga terus menjadi perhatian BPBD. Dengan kesiapsiagaan dan keterlibatan seluruh elemen, dampak bencana, baik skala kecil, sedang maupun besar, diharapkan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....