Karya Bakti Skala Besar 2026 Ditutup, TNI AD Dorong Pemda Rawat Hasil Pembangunan

  • 01 Sep 2026 18:51 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. iD, Merauke -Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua Selatan resmi ditutup pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat tersebut dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan dan perbaikan berbagai sarana dan prasarana.

Dalam sambutannya pada upacara penutupan, Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Willem Rizard Pelamonia menyampaikan bahwa Karya Bakti Skala Besar merupakan bentuk nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah sasaran pembangunan yang dikerjakan dalam Karya Bakti Skala Besar di Papua Selatan antara lain pembangunan dan perbaikan jembatan, penyediaan sarana air bersih, pembangunan fasilitas sanitasi, perbaikan sarana pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Penghargaan juga disampaikan kepada seluruh prajurit yang telah bekerja dengan semangat, disiplin dan dedikasi, serta pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang turut bergotong royong mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan Karya Bakti tidak hanya diukur dari jumlah sasaran fisik yang berhasil diselesaikan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta tumbuhnya semangat kebersamaan. Karena itu, seluruh hasil pembangunan diharapkan dapat dijaga dan dirawat secara bersama-sama agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, khususnya untuk mendukung pendidikan, kesehatan, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia menegaskan, hasil pembangunan yang dikerjakan TNI akan diserahkan kepada pemerintah daerah sehingga memiliki kejelasan dalam hal tanggung jawab pemeliharaan.

“Saya perintahkan Danrem untuk mengeluarkan ST kepada Dandim untuk melaksanakan penyerahan kepada Pemda. Sehingga Pemda merasa bertanggung jawab bahwa barang apa yang dibangun oleh TNI menjadi milik Pemda dan ada program dari Pemda untuk melaksanakan pemeliharaan selanjutnya,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah fasilitas, termasuk asrama yang dibangun TNI di Asmat maupun Mappi. Menurutnya, tanpa dukungan anggaran pemeliharaan dari pemerintah daerah, fasilitas yang telah dibangun berpotensi tidak bertahan lama. Untuk itu, Danrem diminta menindaklanjuti dengan kegiatan khusus penyerahan hasil pembangunan kepada pemerintah daerah, sehingga dapat diakomodasi dalam program dan anggaran pemeliharaan Pemda.

Kepada para prajurit yang telah melaksanakan Karya Bakti, ia menekankan bahwa berakhirnya kegiatan bukan berarti berakhir pula pengabdian kepada masyarakat. Prajurit TNI diminta terus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai kesulitan masyarakat, membangun komunikasi yang baik dengan seluruh komponen masyarakat, serta menghormati adat dan budaya setempat.

“Khusus di wilayah Papua Selatan, marilah kita terus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri dan seluruh elemen masyarakat. Pembangunan akan menjadi lebih kuat apabila dilaksanakan secara bersama-sama dengan mengedepankan kepentingan masyarakat,” katanya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠tanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak mempertahankan semangat gotong royong yang telah terbangun selama pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar. Semangat tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam membangun Papua Selatan, menjaga persatuan serta menciptakan masyarakat yang aman dan sejahtera.

Upacara penutupan Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 ditandai dengan makan bersama masyarakat di kawasan kampung Urum dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....